"Saat ini stok beras di Bulog 1,6 juta ton. Kita juga salurkan raskin serta melakukan operasi pasar besar-besaran ke penjuru Tanah Air," kata Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa saat jumpa pers di Kantor Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Kamis (7/7/2011) petang.
Meski pasokan tersebut dirasa cukup, namun pemerintah mengupayakan penambahan stok beras dengan meningkatkan cadangan beras Bulog dengan mengupayakan pengadaan beras dari dalam negeri. Namun demikian, jika dianggap belum mencukupi, pemerintah akan melakukan impor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ambil risiko yang dia maksud adalah dengan melakukan impor. "Tidak mau ambil risiko artinya apa, ya impor," kata Hatta usai jumpa pers.
Selain menjamin ketersediaan beras, pemerintah juga mengupayakan ketersediaan daging yang cukup. Saat ini, kebutuhan daging nasional per bulan sekitar 35 ribu ton. Angka ini akan meningkat menjadi 55 ton per bulan di bulan puasa dan Lebaran.
"Sehingga perlu impor yang jumlahnya akan berkurang sejalan dengan program swasembada," tuturnya.
Hatta juga menjamin kecukupan energi menjelang puasa dan hari raya Idul Fitri. 'Akan tetap disediakan energi, BBM di beberapa tempat. BBM stok rata-rata 22 hari, jadi masyarakat tidak usah khawatir," pinta politisi PAN tersebut.
Dalam rapat paripurna hari ini, lanjut Hatta, Presiden juga meminta kepada pihak-pihak terkait untuk menyiapkan jalur angkutan mudik. Diharapkan, jalan, jembatan, serta infrastruktur yang dimanfaatkan oleh para pengguna jalan dipastikan aman.
"Jangan sampai menjelang lebaran baru disiapkan," kata Hatta menirukan Presiden SBY.
(anw/dnl)











































