Jumat Diusulkan jadi Hari Buah Lokal Nasional

Jumat Diusulkan jadi Hari Buah Lokal Nasional

Angga Aliya ZRF - detikFinance
Sabtu, 09 Jul 2011 12:14 WIB
Jumat Diusulkan jadi Hari Buah Lokal Nasional
Jakarta - Himpunan Alumni Institut Pertanian Bogor (HA-IPB) mendorong pemerintah menetapkan setiap Jumat adalah hari buah lokal nasional bersamaan dengan hari batik. Hal ini dilakukan untuk meningkatakn konsumsi serta mengurangi impor.

"Kami menghimbau kepada penyelenggara negara, swasta, hotel, rumah makan, untuk menyajikan menu buah lokal setiap hari Jumat," kata Ketua Umum HA-IPB M Said Didu dalam siaran pers, Sabtu (9/7/2011).

Desakan itu dilancarkan karena semakin terpinggirkannya buah lokal akibat beberapa aspek, seperti kurang tersedianya benih berkualitas dalam jumlah memadai, lemahnya kegairahan petani baru untuk produk buah-buahan, kurang memadainya infrastruktur logistik buah, perubahan perilaku konsumen yang semakin menyukai produk impor, semakin mudah dan murahnya impor buah impor dan kekurang-berpihakan kebijakan fiskal terhadap buah lokal Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Said, perlu ada gerakan yang massif dan sistematis agar konsumsi buah lokal dicintai di negerinya sendiri. Untuk itu, IPB menggalakkan kampanye 'Gemari Buah Lokal'.

"Kampanye ini untuk mendorong semua pihak memberi perhatian kepada pengembangan buah lokal. Kebanggaan terhadap buah lokal akan mendorong kemandirian ekonomi, peningkatan daya saing buah lokal, pemberdayaan petani buah dan citra bangsa di mata dunia," jelasnya.

Berbagai program Kampanye Gemari Buah lokal yang akan dilakukan sepanjang tahun 2011-2012 yaitu:

  • Mengusulkan adanya Hari Buah Nasional
  • Advokasi konsumsi buah lokal di lembaga-lembaga negara, instansi pemerintah, industri food and beverages hotel, catering, dan retailers.
  • Mendorong penerapan SNI Buah Indonesia
  • Mendorong penerapan standar kualitas bagi buah impor
  • Mendorong keberpihakan kebijakan fiskal terhadap buah lokal Indonesia melalui pengenaan bea masuk lebih tinggi bagi buah impor
  • Mendorong Pemerintah untuk memperbaiki implementasi tata niaga dan infrastruktur produksi dan perdagangan buah.

Himpunan Alumni IPB juga akan mendorong lahirnya wirausaha baru petani dan pedagang buah lokal Indonesia dengan berbagai program:

  • Mengembangkan kebun buah terdaftar pada Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian yang berjumlah sekitar 2000 kebun dan sudah menerapkan GAP (Good Agriculture Practise) agar punya daya saing bisnis lebih baik dan menjadi inkubator bisnis bagi wirausaha baru di bidang produksi dan perdagangan buah lokal Indonesia.
  • Menjembatani program kemitraan pengembangan wirausaha buah dengan BUMN terkait.
  • Mengoptimalkan lembaga-lembaga penelitian dan institusi pendidikan untuk mendorong kemitraan dan penguatan program pembentukan wirausaha baru di bidang produksi dan perdagangan buah.
(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads