RAK Free Trade Zone Tawarkan Kemudahan Bagi Pengusaha RI

Laporan dari Dubai

RAK Free Trade Zone Tawarkan Kemudahan Bagi Pengusaha RI

- detikFinance
Minggu, 10 Jul 2011 14:16 WIB
RAK Free Trade Zone Tawarkan Kemudahan Bagi Pengusaha RI
Dubai - Untuk meningkatkan kerjasama perdagangan kedua negara, ditawarkan kemudahan dan fasilitas bisnis bagi pengusaha Indonesia untuk sektor logistik, perdagangan, jasa konsultasi, industri dan pendidikan.

Penawaran itu disampaikan Dirjen Ras Al Khaimah Free Trade Zone Authority (RAK-FTZA) Oussama El Omari dalam pertemuannya dengan Konsul Jenderal RI Dubai Mansyur Pangeran di kantor RAK-FTZA-Ras Al Khaimah.

Pertemuan, sesuai keterangan Sekretaris I Adiguna Wijaya kepada detikfinance (9/7/2011), bertujuan antara lain untuk mendiseminasikan potensi perekonomian nasional Indonesia terkini, termasuk kegiatan-kegiatan terkait perdagangan dan investasi di Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu membahas peluang-peluang kerjasama ekonomi perdagangan dan investasi antara pengusaha Indonesia dan RAK, menjelaskan tentang regulasi di Indonesia, serta perkembangan UKM dan kontribusinya bagi perekonomian nasional di Indonesia.

Dalam pertemuan, Konjen juga memaparkan potensi perekonomian dan kekayaan sumber alam termasuk produk-produk ekspor unggulan Indonesia, overview hubungan bilateral di bidang ekonomi, perdagangan dan investasi Indonesia dengan UEA pada umumnya.

Peluang

Dirjen El Omari dalam tanggapannya menyampaikan bahwa peluang peningkatan kerjasama antara para pengusaha Indonesia dengan RAK masih terbuka luas.

Menurut Dirjen, produk Indonesia yang memiliki peluang besar masuk pasar UEA dan kawasan sekitarnya melalui RAK-FTZA antara lain alumunium, batubara, emas (pertambangan), perabotan, kayu olahan, jagung, gandum, crude palm oil/CPO (minyak sawit mentah).

Dikatakan, RAK-FTZA dengan segala kemudahan pelayanan serta kelengkapan fasilitas infrastruktur dan transportasi, merupakan hub ideal untuk re-ekspor ke negara-negara di kawasan Teluk, Asia Selatan, Afrika dan sekitarnya.

Lokasi RAK sangat strategis berhadapan langsung dengan Selat Oman di Laut Arab dan dilengkapi fasilitas bongkar-muat kontainer moderen serta didukung oleh infrastruktur jalan bebas hambatan yang menghubungkan dengan kota-kota lain di UEA.

Skema

Dirjen menawarkan skema Flexi Facilities bagi pengusaha Indonesia berupa kemudahan untuk membuka kantor secara kolektif atau sharing basis hingga maksimal 5 pengusaha atau perusahaan.

Untuk fasilitas trial ini dibutuhkan biaya awal sebesar Dhs 18.000 (sekitar USD 4.900) per tahun, termurah di antara kawasan berikat lainnya di UEA.

Fasilitas lainnya adalah izin usaha dan visa kerja selama setahun untuk kemudian diperpanjang setiap tahun, ruang kerja lengkap dengan jaringan telepon dan faksimil, internet, alamat perusahaan dan P.O. BOX, pelayanan perkantoran eksklusif, cepat dan mudah.

Juga tersedia skema Standard Office berbiaya Dhs 24.040 (USD 6.586) per tahun dengan fasilitas tambahan berupa ruang kantor seluas 9 m2, Executive Office Dhs 30.000 (USD 8.219) dengan luas kantor 15 m2 berperalatan lengkap, Warehouse Dhs 54.000 (USD 14.794) dengan fasilitas tambahan berupa gudang 205 m2.

Investasi

Dirjen El Omari juga menawarkan peluang investasi dan perdagangan, antara lain pembangunan pusat pemasaran produk Indonesia dan terminal kargo untuk pengiriman dan penyimpanan di bandara international RAK, untuk re-ekspor ke negara-negara di kawasan.

Proyek lainnya adalah pembangunan rel kereta api Abu Dhabi-Fujairah dengan nilai USD 30 miliar, yang merupakan proyek bersama dengan pemerintah federal UEA. Juga ada proyek pembangkit dan jaringan listrik di RAK, yang saat ini masih membutuhkan pasokan listrik hingga 300-400 MW.

Konjen Mansyur menyambut baik penawaran tersebut dan menyatakan akan segera meneruskannya kepada para pengusaha dan instansi terkait di Indonesia.

Strategis

Peningkatkan kerjasama perdagangan melalui pemanfaatan fasilitas RAK Free Trade Zone itu dinilai Konjen merupakan langkah tepat dan strategis untuk masa mendatang, demi lebih mendekatkan produk-produk unggulan Indonesia ke pasar UEA, negara-negara di kawasan dan Afrika.

Konjen berharap agar para pengusaha Indonesia bergerak cepat dalam memanfaatkan tawaran ini. Ditambahkan bahwa saat ini sudah ada 3 perusahaan Indonesia yang telah beroperasi di RAK- Free Trade Zone dan ketiganya bergerak di sektor perdagangan.

"Namun jumlah ini masih unrepresented (belum menunjukkan keterwakilan Indonesia, red), jika dibandingkan dengan jumlah perusahaan dari negara lain yang telah terdaftar di RAK-FTZ," demikian Konjen.

Dalam pertemuan tersebut, Konjen didampingi oleh Counsellor Ekonomi Heru Sudradjat dan Sekretaris II Ekonomi Fajar Nurhadi. Sedangkan Dirjen RAK-FTZA didampingi Deputi Direktur Ahmed Ali Suwaid, Manajer Komunikasi Entesar Ghanim dan Staf Pemasaran Biljana Todorovska.
(es/es)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads