Mendag: Kenaikan Harga Sembako Rata-rata Masih di Bawah 5%

Mendag: Kenaikan Harga Sembako Rata-rata Masih di Bawah 5%

- detikFinance
Senin, 11 Jul 2011 12:53 WIB
Mendag: Kenaikan Harga Sembako Rata-rata Masih di Bawah 5%
Jakarta - Menteri Perdagangan (Mendag) Mari Elka Pangestu mengatakan kenaikan harga kebutuhan pokok (sembako) masih di bawah kisaran rata-rata 5%. Kenaikan tersebut masih dianggap wajar dan normal menjelang Puasa maupun Lebaran.

"Kenaikan rata-rata di bawah 5% kok," katanya ketika ditemui di kantor Kementerian Perindustrian, Jl Gatot Soebroto, Senin (11/7/2011).

Ia menegaskan angkutan sembako menjadi prioritas utama barang-barang yang didistribusikan dari daerah ke kota-kota yang memang membutuhkan. Pengangkutan sembako ini salah satunya dilakukan menjelang puasa dan lebaran tahun ini yang akan jatuh beberapa minggu ke depan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Prioritas dari pengangkutan memang diberikan kepada sembako, secara umum maupun menjelang puasa dan lebaran," katanya

Prioritas yang diberikan kepada sembako, lanjut Mari, untuk melancarkan distribusi bahan pangan tersebut agar tidak terjadinya lonjakan harga yang semakin parah menjelang puasa dan lebaran. Hal ini dimaskudkan karena kelambatan distribusi menjadi salah satu faktor pendorong terjadinya lonjakan harga.

"Karena gangguan distribusi salah satu faktor bisa terjadi lonjakan harga," tuturnya.

Dikatakanya menjaga kestabilan distribusi sembako merupakan langkah jangka pendek yang dapat dilakukan pemerintah untuk menjaga kestabilan harga menghadapi Puasa dan Lebaran.

Pemerintah berkomitmen melakukan operasi pasar. Misalnya beberapa waktu lalu, ia dan Menteri Pertanian Suswono dan Direktur Utama Perum Bulog Sutarto Alimoeso melakukan operasi pasar beras di Pasar Induk Cipinang.

Mari menegaskan, akan melakukan hal yang sama di pasar-pasar lainnya yang terindikasi terdapat kenaikan harga beras. Apabila ada kenaikan harga pangan yang mencapai 10% lebih pastinya pemerintah akan dilakukan operasi pasar.

"Kenaikan harganya itu di atas 5-10%. Belum ada daerah yang mengalami kenaikan sedemikian tingginya. Kalau ada tempat lain yang memerlukan, nanti kita lakukan," tegasnya.

(ade/hen)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads