RI Butuh Perluas Negara Asal Sapi Impor

RI Butuh Perluas Negara Asal Sapi Impor

- detikFinance
Senin, 11 Jul 2011 18:31 WIB
RI Butuh Perluas Negara Asal Sapi Impor
Jakarta - Indonesia perlu memperluas negara asal sapi impor untuk mengantisipasi kasus penghentian ekspor sapi oleh Australia. Caranya antaralain dengan melonggarkan ketentuan dari basis negara (country based) menjadi berbasis wilayah (zone based).

Namun sayangnya, Indonesia belum memiliki sistem keamanan yang memadai untuk melakukan pengubahan sistem importasi sapi dari sistem yang dianut Indonesia, dari country based menjadi zone based.

Wakil Menteri Pertanian, Bayu Krisnamurti mengungkapkan, Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) menganut sistem importasi country based karena Indonesia belum cukup memadai untuk mengubah menjadi zone based.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Selama ini PDHI menganut sistem country based karena mereka anggap sistem kesehatan Indonesia belum siap. Jadi orangnya masih kurang, karantinanya kurang, mereka ambil amannya," ujarnya ketika ditemui di gedung DPR RI, Senayan, Senin (11/7/2011).

Bayu mengatakan sistem yang dianut saat ini akan menjadi bumerang apabila kasus penyetopan ekspor yang dilakukan oleh Australia terjadi kembali di waktu-waktu mendatang. "Namun, mereka tidak antisipasi kalau terjadi seperti sekarang ini (kasus Australia), jadi kesulitan (dapat pasokan sapi hidup)," ujarnya.

Solusi yang memang dirasa baik oleh Bayu adalah mengubah sistem country based menjadi zone based. Namun, hal tersebut haruslah ditambah dengan mengembangan sistem kesehatan di Indonesia.

"Menurut saya bagusnya ya seperti tadi, diubah jadi zona terus ada karantina basis pulau khusus kita harus punya, kita bikin disitu, karantina disitu," sautnya.

Ketika ditanyai tentang pulau mana yang berpotensi untuk dijadikan tempat pengasingan sapi impor sebelum masuk ke RPH-RPH Indonesia, Bayu tidak memberikan jawaban pulau yang spesifik. Dia hanya memberikan jawaban akan ada satu pulau yang pasti diusulkan oleh Kementerian Pertanian

"Yang jelas 1 pulau diantara 17 ribu pulau di Indonesia," candanya.

(ade/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads