3 Rekomendasi Kelompok Pakar untuk RI-UE

Laporan dari Brussel

3 Rekomendasi Kelompok Pakar untuk RI-UE

- detikFinance
Rabu, 13 Jul 2011 03:05 WIB
Brussel - Untuk mengukuhkan peningkatan hubungan ekonomi Indonesia-Uni Eropa (UE), perlu dikedepankan tiga pilar utama: akses pasar, pembangunan kapasitas, serta fasilitasi perdagangan dan investasi.

Demikian rekomendasi Vision Group (Kelompok Pakar, red) RI-UE sebagaimana disampaikanMinister Counsellor KBRI Brussel Palupi S. Mustajab kepada detikfinance, Selasa petang atau Rabu (13/7/2011) pagi WIB.

Tiga rekomendasi itu dibingkai dengan membentuk Comprehensive Economic Partnership Agreement/CEPA (Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif, red), yang mencakup kerjasama ekonomi dalam arti luas dan mengacu pada prinsip perdagangan global yang disepakati bersama di dalam WTO.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dubes Oegroseno menggarisbawahi bahwa saat ini keberadaan Perjanjian Kemitraan dan Kerjasama Komprehensif, yang telah ditandatangani kedua belah pihak (2009), dapat menjadi dasar untuk mempertimbangkan CEPA.

"Satu hal penting dalam pertimbangan penyusunan CEPA adalah faktor komplemen bidang ekonomi kedua pihak. Produk-produk kedua pihak tidak ada yang bersaing langsung satu sama lain, sehingga peningkatan perdagangan dapat lebih digenjot lagi," terang Dubes.

Sementara itu, Komisioner de Gucht dalam sambutannya menyampaikan harapan agar hubungan ekonomi yang semakin erat antara RI-UE akan memberikan kontribusi cukup signifikan bagi kemakmuran rakyat kedua pihak.

CEPA diharapkan dapat menjadi modalitas untuk mendongkrak angka perdagangan dan investasi lebih besar, sehingga dapat memberikan kontribusi peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB) bagi Indonesia lebih dari 0,1% atau sekitar EUR 524 juta.

Bahkan jikasemua berjalan sesuai dengan perhitungan, maka kontribusi peningkatan PDB bisa mencapai sebesar 1,3% atau lebih dari EUR 6,8 miliar, berdasarkan estimasi PDB Indonesia tahun 2010.

Implementasi CEPA antara Indonesia-UE juga akan membuka lapangan kerja dan sekaligus mendukung upaya pengentasan kemiskinan.

Tiga rekomendasi Kelompok Pakar tersebut telah dipresentasikan kepada Komisioner Perdagangan UE Karel de Gucht dan Duta Besar RI Arif Havas Oegroseno dalam seminar atas kerjasama KBRI Brussel, Komisi Eropa dan lembaga tanki pemikiran terkemuka di The Centre for European Policy Studies di Brussel (28/7/2011).

Kelompok Pakar ini diketuai bersama oleh Prof. Dr. Jacques Pelkmans (UE) dan Prof. Dr. Djisman Simandjuntak (Indonesia).Peluncuran pertama kali kelompok ini dilakukan di Jakarta (15/6/2011).

Kelompok Pakar secara khusus dibentuk untuk menindaklanjuti kesepakatan antara Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden Komisi Eropa Jose Manuel Barroso (2009) guna menyusun suatu kajian tentang pendekatan-pendekatan strategis yang dapat dikembangkan dalam rangka memperkuat hubungan bilateral RI-UE di bidang ekonomi, perdagangan dan investasi.
(es/es)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads