IMF menyambut baik program reformasi Italia yang telah memangkas defisit anggarannya. Namun IMF mencatat pertumbuhan ekonomi Italia telah merosot menjadi stagnan 0,1% per kuartal akibat rendahnya permintaan domestik dan meningkatnya pengangguran.
"Sementara perekonomiannya telah menguat, utang publik masih tinggi dan pertumbuhan diharapkan masih tertahan karena terjadinya 'bottlenecks' struktural," ujar IMF dalam pernyataannya seperti dikutip dari AFP, Rabu (13/7/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Laporan tersebut muncul setelah surat-surat berharga Italia mendapat 'serangan' di pasar, karena investor mulai mengkhawatirkan tingginya beban utang pemerintah bisa menyebabkan terjadinya krisis seperti yang terjadi di Yunani, Portugal dan Irlandia.
Sebelumnya, Italia mengungkapkan rencana ambisiusnya untuk memangkas anggaran guna mencegah penyebaran krisis. Parlemen Italia akan mengambil keputusan soal rencana pemangkasan anggaran bernilai US$ 56 miliar pada akhir pekan ini.
"Krisis telah menekan kami untuk mempercepat proses penghematan pada kerangka waktu yang sangat singkat, untuk memperkuat konten dan mendefinisikan lebih lanjut kebijakan-kebijakan lanjutan guna mencapai tujuan anggaran pada 2014," ujar Perdana Menteri Italia, Silvio Berlusconi.
Pemerintah Italia pada awal bulan ini mengumumkan rencana penghematan 4 tahunan bernilai 40 miliar euro atau sekitar US$ 56,5 miliar guna memangkas defisit anggaran. Langkah tersebut diambil karena kekhawatiran untuk mengatasi utang Italia yang kini sudah mencapai 119% dari PDB.
(qom/qom)











































