"Konsumen cerdas kalau disingkat Koncer. Koncer itu saudaranya kancil," candanya kepada murid-murid SMP 19, Jakarta, dalam acara sosialisasi konsumen cerdas, Rabu (13/7/2011).
Untuk menjadikan masyarakat konsumen yang cerdas, Mari mengatakan haruslah dimulai sejak masa muda agar pengetahuan yang didapat nantinya lebih efektif direalisasikan ke dalam kehidupan sehari-hari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mari menjelaskan, untuk anak-anak yang masih sekolah ada hal yang harus menjadi perhatian yaitu jajanan di sekitar sekolah. Menurutnya, anak sekolah tidak akan lepas dari jajanan-jajanan yang dapat mereka temui setiap hari.
"Anak sekolah itu pasti tiap hari yang dia beli pasti untuk jajan," tuturnya.
Marimenegaskan, jajanan yang sehat haruslah dapat dijumpai dengan mudah oleh murid-murid di sekolahnya. Dengan membeli jajanan yang sehat berarti seorang murid telah juga menjadi konsumen yang cerdas atau lebih tepatnya konsumen muda yang cerdas yang dapat ditularkan ke keluarganya di rumah nantinya.
"Sekolah yang kita kejar itu jajan sehat dan kantin sehat," pungkasnya.
Kementerian Perdagangan telah memiliki program Gerakan Ayo Jadi Konsumen Cerdas. Gerakan ini untuk menyadarkan agar masyarakat harus menjadi konsumen yang cerdas dalam membeli barang.
Mari menjelaskan seorang konsumen cerdas maka setidaknya harus teliti dalam membeli barang, memperhatikan label dan kadaluarsa, memastikan produk bertanda jaminan mutu SNI, beli sesuai kebutuhan.
(ade/hen)











































