Pertamina Jamin Pasokan BBM Jelang Pilpres Lancar

Pertamina Jamin Pasokan BBM Jelang Pilpres Lancar

- detikFinance
Kamis, 24 Jun 2004 22:06 WIB
Jakarta - PT Pertamina (Persero) menjamin keamanan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) nasional menjelang pelaksanaan pemilihan Presiden RI pada 5 Juli. Saat ini Pertamina berhasil mempertahankan stok nasionalnya di level 22 hari dan pada akhir ini akan meningkat menjadi 24 hari. Demikian diungkapkan Media Relation Pertamina Mochamad Harun."Beberapa saat yang lalu stok BBM memang sempat terganggu karena terkait dengan masalah cuaca yang mempengaruhi pergerakan tanker. Selain itu jugadipengaruhi oleh masalah teknis yang terkait dengan pengaturan pola suplai. Namun sejak dua minggu yang lalu maslah ini telah dapat teratasi dan posisi stok dapat dikembalikan ke level aman 22 hari," ungkap Harun dalam keterangan tertulisnya, Kamis (24/6/2004).Ditambahan pula, hingga saat ini seluruh jadwal penyediaan minyak mentah maupun produk telah kembali normal dan operasi kilang telah ditingkatkan hinggamendekati 100 persen. Hal ini akan memastikan posisi stok BBM nasional aman pada level 23 - 24 hari dan terjaminnya pasokan di seluruh tanah air.Harun juga menambahkan, berdasarkan evaluasi Pertamina menjelang dan saat kampanye Pemilu Legislatif pada bulan April maupun Pemilihan Presiden pada 5 Juli telah terjadi peningkatan volume penjualan Premium dari rata-rata 41 ribu kilo liter per hari menjadi 43 ribu kilo liter per hari, atau naik sekitar 5 persen. Peningkatan ini masih dalam batas yang wajar mengingat meningkatnya aktivitas masyarakat terkait dengan kegitan Pemilu. Peningkatan konsumsi juga terjadi untuk minyak solar sejalan dengan meningkatnya kebutuhan PLN sekitar enam persen. Hal ini atara lain disebabkan tibanya musim kemarau di mana produktivitas PLTA menurun sehingga pasokan energi disubstitusi dari pembangkit listrik berbahan bakar minyak solar. Limbah B3Pada kesempatan yang sama, Harun juga menjelaskan Pertamina Unit Pengolahan IV Balongan kembali menjalin kerjasama dengan PT Persada Pamunah Limbah Industri(PPLI) untuk pengolahan limbah jenis bahan beracun dan berbahaya (B3) untuk. Padahal sebelumnya terdapat 16.000 ton limbah B3 yang tertumpuk di Balongan akibat kerjasama kedua belah pihak terputus pada 1998.Untuk tahap pertama, jumlah limbah yang dikirimkan ke PT PPLI sebanyak 300 ton terdiri dari 250 ton spent catalyst RCC 15 dan 50 ton sludge. Pengiriman tahapkedua direncanakan akan dilakukan bulan Agustus 2004 mendatang dan diharapkan akumulasi limbah B3 dapat terangkut seluruhnya pada November 2004.Kerjasama pengolahan limbah B3 dengan PT PPLI ini merupakan program lanjutan yang sempat dihentikan pada era reformasi karena masalah administasi. Penghentian kerjasama yang dilakukan sejak 1998 sampai 2004. Upaya-upaya pemanfaatan limbah B3 ke perusahaan lain di luar PT. PPLI tetap dilakukan, diantaranya dengan PT Kramapadma, Elmindo, industri pabrik kapur diTegal, pabrik genteng Siliwangi dan perusahaan pengelola sludge CV Dwi di Bandung. Selain itu, UP VI Balongan juga telah menawarkan kerjasama ke PTIndocement Palimana, PT Semen Cibinong dan PT Semen Gresik. Saat ini kerjasama tersebut masih dalam tahap uji coba. (dsb/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads