Demikian disampaikan Pendiri Stem Cell Institute and Cancer Indonesia (SCI) Boenjamin Setiawan dalam acara Peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Harteknas) di Kantor BPPT, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (14/7/2011).
"Indonesia masih 0,5 persen dari APBN-nya cuma sekitar Rp 5 triliun, masih sangat kecil alokasi untuk penelitian," tegasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Israel paling tinggi, Amerika sudah Rp 400 triliun, sekarang mereka mulai worried karena China mau meningkatkan anggaran penelitiannya dan Jepang, China mau menyusul Amerika. Negara keempat Jerman, kelima Korea. India juga mulai mengeluarkan dana penelitian yang besar. Semakin banyak dana penelitian, semakin maju negaranya," jelasnya.
Boenjamin mengharapkan hingga 2014 mendatang, anggaran penelitian bisa ditingkatkan mencapai 2 persen dari APBN.
"Diharapkan terus naik, 2 persen dari APBN pada tahun 2014," ujarnya.
Dengan adanya penelitian-penelitian maka akan menciptakan inovasi baru yang dapat menyelamatkan masyarakat.
"Money create money, supaya menghilangkan kemiskinan kerjasama yang baik antara ABG (Academition, Bussinessman, and Goverment)," pungkasnya.
(nia/dnl)










































