Bisnis Bioskop Butuh 6 Bulan Lagi untuk Pulih

Bisnis Bioskop Butuh 6 Bulan Lagi untuk Pulih

- detikFinance
Jumat, 15 Jul 2011 14:35 WIB
Bisnis Bioskop Butuh 6 Bulan Lagi untuk Pulih
Jakarta - Gabungan Pengusaha Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI) memperkirakan bisnis bioskop di Tanah Air mulai akan pulih setelah 6 bulan ke depan. Hal ini terjadi jika film-film Hollywood terutama box office dipastikan akan diputar dalam waktu dekat.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI) Johny Syafrudin mengatakan kisruh pajak royalti impor film yang sudah berjalan 6 bulan membuat omset bisnis bioskop melorot 50%. Sehingga paling tidak butuh waktu yang sama jika untuk pulih kembali.

"Film Hollywood masuk, baguslah bisa ada kehidupan lagi, selama ini sudah turun 50%. Kalau Hollywood masuk lagi pasti akan ada peningkatan, penonton sudah haus, bioskop akan hidup lagi, tapi memang recovery minimal 6 bulan lagi," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menambahkan pihaknya masih belum berpikir untuk melakukan ekspansi atau penambahan layar maupun gedung bioskop. Saat ini yang paling penting adalah mengembalikan omset bioskop kembali pulih.

"Yang penting recovery dulu, masa dari kamar ICU langsung ekspanasi, habis sakit nggak mungkin disuruh marathon," katanya.

Mengenai kepastian masuknya film Hollywood ke Indonesia seperti Harry Potter maupun Transformers juga dibenarkan oleh pemilik Blitzmegaplex Ananda Siregar. Namun Ananda belum bisa memastikan kapan film-film itu akan diputar.

"Betul, untuk tanggal persisnya mohon hubungi Omega Film," kata Ananda singkat.

Terkait bisnis bioskop di Tanah Air, saat ini masih dikuasai oleh dua pemain utama yaitu 21cineplex dan Blitzmegaplex. Dari sisi pemerintah, sampai 2014, pemerintah menargetkan adanya 1.000 layar bioskop di Indonesia dari jumlah saat ini 600 layar.

Berdasarkan data yang ada jumlah bioskop di Indonesia semakin susut setiap tahunnya, misalnya sekarang ini kurang lebih terdapat 146 bioskop, padahal pada tahun 1970-an saat perfilman Indonesia sedang jaya-jayanya jumlahnya bisa mencapai 800-an bioskop.

Ananda Siregar sebelumnya pernah menuturkan kondisi pasar film impor Hollywood di Indonesia memang kurang menggiurkan di mata produsen film AS. Dari perbandingan perputaran bisnis bioskop Indonesia dengan Singapura dan Malaysia, film Hollywood di Indonesia masih tertinggal.

"Dari jumlah layar yang ada kalau dari sisi film Hollywood, sekitar 90 juta dolar di Indonesia. Singapura paling tinggi 100 juta dolar, Malaysia 95 juta dolar. Kalau dilihat jumlah penduduk agak aneh. Singpura dengan 100 juta dolar tapi dengan hanya 4 juta penonton," kata Ananda beberapa waktu lalu.
(hen/dnl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads