"Khusus untuk sepeda motor, kita akan lakukan jajak dulu. Kita lihat animonya seperti apa. Kita semua programnya untuk kurangi beban jalan raya, dan untuk keselamatan," ujar Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono saat ditemui di Kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (15/7/2011).
Bambang menyatakan pihaknya akan mengkaji penyebab minimnya pengguna gerbong untuk motor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara Dirut PT KAI Ignasius Jonan menyatakan pihaknya tidak serta-merta menutup gerbong untuk motor karena minimnya pengguna pada lebaran tahun lalu.
"Kita lihat animolah. Kita nggak akan tutup langsung, tapi lihat animonya. Mudah-mudahan banyak pengemudi motor yang gunakan fasilitas KA sehingga tidak ditutup. Tapi kalau animonya kurang mungkin kita tidak jalan," ujarnya pada kesempatan yang sama.
Jonan mengaku pesimistis gerbong tersebut terbuka untuk tahun ini. Pasalnya, meskipun tidak mengalami kerugian, tetapi minim peminat.
"Kita memang cenderung pesimis untuk buka lagi gerbong motor. Nggak ada kerugian, tapi animonya kurang. Nah ini makanya ada yang minta untuk orang saja, ada juga untuk motor saja. Nanti kita lihat deh," pungkasnya.
(nia/dnl)










































