Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono mengatakan pembangunan jalur Kereta Api bandara Soekarno Hatta-Manggarai melalui Tangerang akan menjadi prioritas pemerintah.
"Yang kita ingin cepat adalah yang melalui Tangerang, karena sebenarnya jalur Tangerang itu adalah jalur komuter dan jalur tersebut akan dibuat double track," ujarnya saat ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (15/7/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dalam dua tahun double track akan selesai yaitu 2013 dan bersamaan dengan itu kita menugaskan PT KAI untuk menyambungkan ke arah bandara," ujarnya.
Menurut Bambang, selain akses jalur KA Bandara melalui Tangerang, pemerintah juga berupaya untuk membangun jalur melalui Pluit. Proyek ini masuk dalam skema kerjasama pemerintah-swasta (PPP) dalam rangka penyediaan infrastruktur.
"Akses ke bandara ada dua, yang satu lagi melalui Pluit, itu skemanya PPP dan sekarang sedang dalam pengkajian ulang oleh PT. Sarana Multi Infrastruktur," jelasnya.
Bambang mengharapkan semua proyek tersebut akan segera berjalan setelah finalisasi revisi Perpres 13/2010 tentang kerjasama Pemerintah-Swasta dalam rangka penyediaan infrastruktur. Termasuk untuk pembangunan Kereta Api bandara Soekarno Hatta-Manggarai dan KA Komuter Jabodetabek (circle line).
Sementara Direktur Umum PT KAI Ignatius Jonan menyatakan pembangunan jalur KA Bandara melalui Tangerang akan memakai perusahaan kontraktor dan mengenai masalah pengadaan lahan akan bekerjasama dengan Jasa Marga.
"Kalau pembangunannya, pasti pakai perusahaan kontraktor. Pembebasan tanah mungkin tidak banyak, kita kerjasama dengan Jasa Marga. Dari mana ke mana pembebasannya ini sedang dibahas, kira-kira mana yang paling memungkinkan," ujar Jonan.
Menurut Jonan, nantinya rute jalur KA Bandara tersebut akan bermulai dari Gambir-Dukuh Atas-Tanah Abang-Tangerang-Bandara. Ia mengatakan proyek investasi sebesar Rp 2,25 triliun ini akan segera terealisasi setelah Perpres tersebut terbit.
"Dana berasal dari PT KAI dan perbankan. Saya kira modelnya nanti seperti KA komuter saat ini. Setelah perpres keluar, langsung pengerjaan," pungkasnya.
(nia/hen)










































