Pemerintahan Baru Disarankan Lunasi Semua Utang RI ke IMF

Pemerintahan Baru Disarankan Lunasi Semua Utang RI ke IMF

- detikFinance
Jumat, 25 Jun 2004 11:08 WIB
Jakarta - Pemerintahan baru mendatang disarankan melunasi seluruh utangnya kepada IMF agar tidak lagi membayar bunga yang tinggi. Selain itu juga agar pemerintah lepas dari Post Program Monitoring (PPM) yang dinilai satu bentuk pemandoran IMF pada Indonesia.Hal ini disampaikan oleh Meneg PPN/Kepala Bappenas Kwik Kian Gie dalam bukunya tentang solusi permasalahan yang dihadapi Indonesia sebagai sumbang saran kepada para capres/cawapres yang diterima detikcom, Jumat (25/6/2004)."Saldo utang dari IMF perlu dilunasi segera sehingga pemerintah tidak perlu membayar bunga yang tinggi. Kita tidak membutuhkan saldo utang itu karena cadangan devisa pemerintah sendiri sekitar US$ 25 miliar yang jelas sangat aman untuk memenuhi kebutuhan impor," demikian penjelasan Kwik.Kwik juga menegaskan, cadangan devisa Indonesia yang oleh para ekonom disebut-sebut mencapai US$ 34 miliar adalah tidak benar. Yang benar menurut Kwik adalah US$ 25 miliar karena US$ 9 milar adalah saldo utang kepada IMF yang tidak boleh dipakai sebelum cadangan devisa milik sendiri yang sebesar US$ 25 miliar habis total. "Saldo utang yang sekarang yakni US$ 9 miliar hanya menjadi relevan ketika cadangan devisa Indonesia hanya tinggal sebesar US$ 3 miliar yang seluruhnya adalah sisa utang dsb," tegas Kwik. Kwik menjelaskan, bantuan IMF sebesar US$ 14,7 miliar yang selanjutnya hanya diberikan sebesar US$ 400 juta setiap kali Indonesia selesai menjalankan LoI itu merupakan kredit yang diberikan karena IMF khawatir cadangan devisa anjlok sampai nol. "Tapi nyatanya devisa Indonesia justru meningkat terus atas kekuatan sendiri sampai mencapai US$ 25 miliar pada akhir 2003 ketika Extended Fund Facilities diakhiri," tegasnya.Ketika itu menurut Kwik, saldo utang Indonesia ke IMF mencapai US$ 9 miliar, padahal kuota hanya US$ 3 miliar. Oleh karena itu Indonesia dikenakan Post Program Monitoring. "Intinya adalah agar pemerintah harus tetap dimandori oleh IMF," tambahnya. Namun nyatanya, tambah Kwik, saldo utang ini tidak boleh digunakan sebelum cadangan milik Indonesia habis. Selain itu oembayaran utang ini ditentukan leh IMF yakni dicicil dengan jadwal sampao saldo utang pada akhier 2007 menjadi US$ 3 miliar. (qom/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads