Penambang Liar Menjamur Terdorong Lonjakan Harga Emas

Penambang Liar Menjamur Terdorong Lonjakan Harga Emas

- detikFinance
Minggu, 17 Jul 2011 11:32 WIB
Penambang Liar Menjamur Terdorong Lonjakan Harga Emas
Jakarta - Jumlah penambang emas 'liar' atau Penambang Emas Tanpa Izin (PETI) terus menjamur terdorong menggiurkannya harga emas saat ini. Misalnya di lokasi tambang emas Poboya di Kecamatan Palu Timur Sulawesi Tengah, jumlah PETI kian hari terus bertambah.

Ketua Umum Asosiasi Pertambagan Emas Rakyat Indonesia (Asperi) Syamsuddin Said mengatakan tahun lalu jumlah penambang emas liar di Palu hanya sekitar 5000 orang. Namun sejalan gemerlapnya harga emas saat ini jumlahnya naik dua kali lipat hingga 10.000 orang lebih.

"Penambangan emas makin bagus, itu tren yang berat, mereka bermain, makin kuat, makin rame, peminat makin rame. Setiap hari 25 Kg per hari di Palu padahal dulu cuma 5-10 Kg," katanya kepada detikFinance, Minggu (17/7/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kawasan Paboya merupakan kawasan Taman Hutan Lindung, awalnya lokasi ini menjadi konsesi tambang emas Rio Tinto. Setelah melakukan eksplorasi, hasilnya tak besar, kemudian Rio Tinto mengalihkannya pada PT Citra Palu Mineral bagian dari Group Bakrie.

Syamsuddin menuturkan para penambang emas ini memang masuk katagori liar walaupun ia mengatakan pihak pemda 'mengizinkan' termasuk perusahaan pemegang konsesinya.

"Ini memang liar semua, tapi daripada kita punya pangsa diambil orang lain. Maksudnya pemegang konsesi areal ini tak marah. Saya pernah ketemu Pak Ical (Aburizal Bakrie), dia bilang belum ada dana (untuk eksplorasi). Dia bilang silahkan eksplorasi. Selagi untuk rakyat tak ada masalah," katanya.

Seperti diketahui harga emas di pasar spot pada perdagangan Jumat kemarin naik 0,3% menjadi US$ 1.591,50 per ounce. Harga tersebut masih gagal menembus level sebelumnya di US$ 1.594,16 pada Kamis.

Sementara untuk perdagangan futures, harga emas untuk pengiriman Agustus naik 80 sen ke level US$ 1.590,1 per ounce.

Selain emas, harga perak juga naik 2,2% ke level US$ 39,02 per ounce, mendekati level tertinggi dalam 2 bulan ini sebesar US$ 39,34. Harga emas diperkirakan bakal tembus rekor di US$ 1.700 per ounce dalam beberapa bulan ke depan.

(hen/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads