190 Juta Ekor Ayam Disiapkan Hadapi Bulan Puasa dan Lebaran

190 Juta Ekor Ayam Disiapkan Hadapi Bulan Puasa dan Lebaran

- detikFinance
Senin, 18 Jul 2011 10:16 WIB
190 Juta Ekor Ayam Disiapkan Hadapi Bulan Puasa dan Lebaran
Bogor - Pasar Unggas Nasional mengaku telah menyiapkan 190 juta ekor ayam untuk satu bulan ke depan untuk menjaga pasokan menjelang Lebaran di tahun ini.

Demikian disampaikan Ketua Umum Pusat Informasi Pasar Unggas Nasional, Hartono ketika ditemui di acara Kunjungan Kerja Rumah Potong Ayam PT Ciomas Adisatwa, Parung, Bogor, Jawa Barat, Senin (18/7/2011).

"Kami sudah siapkan jelang puasa, pada bulan puasa, dan pada Lebaran. Untuk satu bulan ke depan kita siapkan 190 juta ekor ayam untuk seluruh Indonesia," kata Hartono.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Katanya, suplai saat ini sudah disiapkan dengan cukup baik. Kenaikan harga pun normal terjadi karena adanya kenaikan konsumsi dan juga kenaikan harga pakan bagi ayam.
"Suplai sudah disiapkan baik sebulan ke depan. Dari bulan sebelumnya rata-rata kita sediakan sebanyak 160 juta ekor," tutur Hartono.

Dilanjutkan olehnya, jumlah ayam yang dikonversikan sebanyak 200 ribu ton (dari 190 juta ekor) tersebut paling banyak akan dikonsumsi di pulau Jawa.

"Pulau jawa konsumsinya paling besar. Tapi di luar Jawa sudah bisa pasok sendiri. Kita secara keseluruhan sudah bisa pasok sendiri dan saat ini swasembada ayam," yakinnya.

Dari segi distribusi, dijelaskan olehnya ayam potong sebesar 45% dipasok dari Jawa yang berpusat di Priyangan dan Purwakarta. Sisanya, di luar Jawa sudah bisa memasok sendiri sehingga tidak ada gangguan distribusi.

Demikian juga dengan distribusi telur. Sebesar 38% dipasok dari daerah Blitar, Kediri, dan Pare yang memasok wilayah Indonesia Timur, Sulawesi, hingga Kalimantan. Hanya saja untuk wilayah Maluku dan Papua masih dipasok dari Jakarta dan Surabaya.

"Dari Jawa menyumbang 75% pasokan nasional untuk telur. Sisanya dari luar Jawa sudah bisa pasok sendiri, seperti di Palembang misalnya," ungkapnya.

Hartono melanjutkan dari sentra produksi ayam maupun telur, diperlukan waktu 24 jam untuk memasok wilayah Jawa Barat jika ada kekurangan suplai. Sedangkan dibutuhkan waktu 48 jam untuk menyuplai wilayah Jawa Timur.

"Kita minta koordinasi lagi jika ada permintaan suplai di luar Jawa. Karena harus disesuaikan dengan jadwal transportasi kapal," tambah Hartono.

Dirinya menegaskan, di seluruh Indonesia stok ayam ataupun telur bisa dipastikan siap menyongsong puasa dan Lebaran.

"Di Jawa, kita menyiapkan penambahan kapasitas pemeliharaan. Kalau memang ada kenaikan harga itu hanya bersifar sementara. Kami bisa sediakan tiga bulan ke depan. Tahun ini, kami bisa sediakan daging ayam dan telur dengan baik," janjinya.


(nrs/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads