Indonesia Swasembada 1,6 Miliar Ekor Ayam Tahun Ini

Indonesia Swasembada 1,6 Miliar Ekor Ayam Tahun Ini

- detikFinance
Senin, 18 Jul 2011 11:59 WIB
Indonesia Swasembada 1,6 Miliar Ekor Ayam Tahun Ini
Bogor - Pelaku sektor unggas memperkirakan tahun ini merupakan tahun paling swasembada dari sisi suplai ayam hidup. Persediaan ayam hidup tahun 2011 diperkirakan menembus 1,6 miliar ekor.

Demikian disampaikan Ketua Forum Masyarakat Perunggasan Don P. Utoyo dalam acara kunjungan kerja Rumah Potong Ayam PT Ciomas Adisatwa, Parung, Jawa Barat, Senin (18/7/2011).

"Jadi ayam kita sudah swasembada. Sudah cukup kita memproduksi daging dan telur sesuai kebuthan. Bisa dicari di sembarang tempat. Saya perkirakan produksi ayam Indonesia minimal 1,6 miliar ekor. Untuk telur, bisa mencapai 1,2 juta ton," tegasnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Don melanjutkan, angka 1,6 miliar ekor tersebut setara dengan 1,7 juta ton dalam karkas (daging dan tulang), dan 850 ton dalam bentuk daging tanpa tulang.

"Jadi pasokan kita sudah cukup banyak. Harga pun relatif terjangkau. Untuk sapi saja. Harga bisa Rp 75.000-Rp 80.000. Ayam tanpa tulang bisa 50.000. Sedangkan harga daging ayam dengan tulang bisa separuhnya harga daging sapi dengan tulang yang mencapai Rp 50.000-an," jelasnya.

Untuk konsumsi perkapita, Utoyo memperkirakan bisa mencapai 3 kg perkapita per tahun. "Itu bisa dibagi dengan jumlah 230 juta penduduk. Untuk daging dengan tulangnya konsumsi bisa mencapai sekitar 7 kg. Sedangkan untuk daging saya bisa mencapai 3 kg," paparnya.

Ia menegaskan Indonesia memiliki banyak stok ayam dan telur. Bahkan menurutnya jika impor daging sapi dari Australia dihentikan, Indonesia bisa menutup dengan suplai ayam.

Sebelumnya Ketua Umum Pusat Informasi Pasar (Pinsar) Unggas Indonesia Hartono mengatakan tahun lalu permintaan ayam hanya mecetak angka 1,38 miliar ekor, tahun ini diproyeksikan akan mencapai 1,5 miliar ekor. Sementara itu, untuk permintaan telur ditaksir akan naik dari 1,2 juta ton telur di 2010 menjadi 1,3 juta ton telur pada tahun ini.


(nrs/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads