Nombok Subsidi, Dana Cadangan Pemerintah Terpakai Rp 940 Miliar

Nombok Subsidi, Dana Cadangan Pemerintah Terpakai Rp 940 Miliar

- detikFinance
Senin, 18 Jul 2011 17:05 WIB
Jakarta - Dana cadangan risiko fiskal pemerintah turun Rp 940 miliar dari Rp 4,17 triliun menjadi Rp 3,23 triliun. Ini terjadi karena adanya peningkatan anggaran subsidi BBM yang dibutuhkan dalam RAPBN-P 2011.

"Resiko fiskal sebagian sudah dipakai untuk tambahan subsidi," ungkap Plt Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Bambang Brodjonegoro saat ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (18/7/2011).

Jadi dikatakan Bambang, penurunan anggaran cadangan risiko fiskal ini bukan akrena tingkat risiko dalam APBN berkurang. Namun justru digunakan untuk menutupi risiko yang terjadi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelumnya, dalam APBN 2011, alokasi dana cadangan risiko fiskal adalah sebesar Rp 4,17 triliun. Dana tersebut diperuntukkan untuk mengantisipasi resiko perubahan asumsi makro sebesar Rp 1,28 triliun.

Adapun cadangan risiko yang berubah adalah resiko kenaikan harga tanah sebesar Rp 280,2 miliar dari sebelumnya Rp 890,2 miliar dan cadangan harga pangan meningkat Rp 625 miliar dari sebelumnya Rp 2 triliun.

Sementara perubahan asumsi makro yang terjadi antara lain, harga acuan minyak mentah Indonesia (ICP) yang meningkat dari target sebesar US$ 80 per barel menjadi US$ 95 per barel, nilai tukar rupiah dari Rp 9.250 per dolar Amerika Serikat (AS) menjadi Rp 8.800 per dolar AS serta peningkatan inflasi dari 6,4% menjadi 6,5%.

Namun, Bambang menyatakan anggaran untuk cadangan risiko fiskal tetap dialokasikan guna pengantisipasian adanya arus balik modal (sudden reversal) dan tidak tercapainya lifting minyak.

"Tapi tetap ada kita cadangkan kalau ada perubahan sudden reversel, lifting nggak tercapai," pungkasnya.


(nia/dnl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads