Nurdin Halid: Bantah Bertemu, Rini Soewandi Bohong Besar
Jumat, 25 Jun 2004 15:58 WIB
Jakarta - Dalam pertemuan dengan Komisi V DPR, Selasa (22/6/2004) lalu, Ketua Umum Induk Koperasi Unit Desa (Inkud) Nurdin Halid mengaku pernah bertemu Menteri Perindustrian dan Perdagangan (Menperindag) Rini MS Soewandi di kantor Rini di kawasan Mega Kuningan, Jakarta, pada 19 November 2003. Dalam pertemuan itu, menurut Nurdin, Rini setuju Inkud melakukan impor gula melalui PT Perkebunan Nusantara (PTPN).Namun hari ini Rini membantah dirinya pernah bertemu Nurdin. Menurut mantan Dirut Astra Internasional tersebut, dirinya hanya mengenal Nurdin sebagai ketua umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI). "Itu bohong besar. Saya tidak menduga menteri kok berbohong. Buat apa sih dia berbohong? Saya juga begitu, untuk apa saya berbohong? Kalau perlu saya siap disumpah pocong," tantang Nurdin dalam perbincangan dengan detikcom, Jumat (25/6/2004) siang.Nurdin menceritakan, inisiatif pertemuan itu sebenarnya datang dari Rini. Pada 14 November 2003, Rini pernah menelepon dirinya dari Amerika Serikat. Ketika itu, Rini mengajak Nurdin bertemu untuk membahas impor gula.Pertemuan itu kemudian difasilitasi oleh Dirjen Perdagangan Luar Negeri Depperindag Sudar SA dan anggota Komisi V dari Partai Golkar Ahmad Nur Supit. Disepakati, pertemuan digelar di kantor Rini di kawasan Mega Kuningan. "Waktu itu pertemuannya malam di bulan puasa. Saat itu, Bu Rini mengatakan intinya Depperindag ingin membantu koperasi dalam pengadaan gula pasir. Karena Inkud tak memiliki izin impor, akhirnya Pak Sudar mengusulkan lewat PTPN," ungkapnya.Jadi Menperindag berbohong? "Jelas dia berbohong. Tapi biarlah kalau dia membantah. Hanya Tuhan yang tahu dan nanti semuanya akan dipertanggungjawabkan di akhirat," tandas tokoh Partai Golkar Sulawesi Selatan ini.Nurdin juga mengaku dirinya siap dikonfrontir oleh Rini dan Sudar terkait pertemuan tersebut. Kemarin, Sudah juga membantah adanya pertemuan tersebut. "Saya siap dikonfrontir kapan saja, di mana saja, dengan Rini dan Sudar. Debat publik pun saya siap. Pokoknya nanti akan saya jelaskan semuanya," tegas Nurdin.Ketika disinggung apakah dirinya memiliki bukti otentik mengenai pertemuan itu, Nurdin mengaku memang tidak ada bukti tertulis seperti notulensi rapat. "Tapi saya ini hidupnya ter-manage. Semua jadwal saya tercatat rapi dan jadwal pertemuan itu masih saya simpan," tuturnya. Ia pun mengusulkan agar DPR memanggil Rini dan Sudar untuk menjelaskan permasalahan yang terjadi. Nurdin menegaskan, jika diundang, dirinya siap kembali memberi keterangan kepada DPR. "Biar nanti bisa ketahuan siapa yang berbohong," kata dia.Terkait kasus gula ilegal, Nurdin menegaskan, pertemuan antara dirinya dengan Rini sama sekali tidak terkait kasus tersebut. Namun ia menegaskan, Inkud tidak pernah terlibat penyelundupan gula. "Sepengetahuan saya, Inkud tidak pernah menyelundup," tukasnya menutup perbincangan.
(ani/)











































