"Saat ini belum ada realisasi impor, masih tunggu hasil audit RPH (rumah potong hewan) bulan depan terealisir," kata Direktur Eksekutif Asosiasi Produsen Daging dan Feedlot Indonesia (Apfindo) Joni Liano kepada detikFinance, Senin malam (18/7/2011).
Joni menuturkan saat ini para anggotanya masih fokus pada proses audit sebanyak 75 RPH yang dirokemendasikan. Jika proses audit itu selesai, maka sapi-sapi hidup dari Australia akan kembali masuk ke feedlot-feedlot atau tempat penggemukan sapi di Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya importir sapi Indonesia dengan eksportir Australia sepakat melanjutkan perdagangan sapi setelah melakukan pertemuan pasca keputusan Pemerintah Australia mencabut larangan ekspor sapi.
Kedua belah pihak menyepakati daftar prioritas Rumah Potong Hewan (RPH) yang menjadi fokus untuk dapat segera diaudit secara independen sebanyak 34 RPH dan yang dapat segera ditingkatkan kualitas infrastruktur serta manajemennya sebanyak 41 RPH.
Sebanyak 75 RPH tersebut terdiri atas RPH pemerintah dan swasta yang dapat diakses oleh seluruh perusahaan feedlot/importir serta memiliki sebaran geografis yang mendukung kelancaran distribusi daging, yaitu mencakup propinsi Jawa Barat, Banten, DKI Jakarta, Lampung, Sumatera Selatan, Bengkulu, Riau, Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Nanggroe Aceh Darussalam.
(hen/qom)











































