Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu menyatakan memang ada tren kenaikan harga untuk telur dan daging ayam pada saat menjelang lebaran. Kenaikan harga tersebut merupakan kenaikan tertinggi sepanjang tahun.
"Mengenai kenaikan daging ayam dan telur memang siklusnya terjadi kenaikan," ungkapnya dalam jumpa pers di kantornya, Jalan Ridwan Rais, Jakarta, Selasa (19/7/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kenaikan memang sekitar Rp 2 ribu waktu puncak lebaran. Daging ayam hari ini Rp 26.605 pada rata-rata minggu kedua Juli ini sekitar Rp 26-27 ribu, tahun lalu juga Rp 26-27 ribu, jadi ada kenaikan sekitar Rp 3-5 ribu, jadi puncaknya di lebaran," jelasnya.
Untuk stok beras, Mari menegaskan pihaknya telah meminta Bulog untuk menjaga stok beras sebesar Rp 1,5 juta ton dengan pengadaan baik di dalam maupun luar negeri. Untuk pengadaan dari luar negeri, Bulog diperkenankan melakukan pada bulan September ini hingga panen raya.
"Kira-kira bulan September sampai panen raya, impor pada bulan-bulan itu, tapi kapannya itu fleksibilitas Bulog, yang penting jaga stok untuk lakukan Operasi Pasar dan pemberian raskin," jelasnya.
Sementara untuk daging sapi, Mari tidak terlalu khawatir. Karena pengusaha menyatakan jumlah stok daging, terutama daging bakalan mencukupi untuk bulan puasa dan lebaran bahkan hingga akhir tahun.
"Daging impor kita pada kuartal III mencapai 32 ribu ton, kita akan mengisi dalam negeri kalau kurang kita impor. Asosiasi importir itu cukup, untuk sapi bakalan akan masuk 82 ribu sapi bakalan untuk kuartal III. Bakalan masuk sebelum lebaran untuk mengisi stok setelah lebaran," ujarnya.
Untuk minyak goreng dan gula, Mari menyatakan harganya akan turun. Pasalnya, saat ini merupakan musim giling gula. Namun, memang trennya pada saat mendekati lebaran harga gula akan sedikit naik.
"Gula lagi musim giling cenderung turun, tapi menjelang lebaran naik sedikit," pungkasnya.
(nia/dnl)











































