Persatuan Insinyur: Kondisi Infrastruktur RI Mengkhawatirkan

Persatuan Insinyur: Kondisi Infrastruktur RI Mengkhawatirkan

- detikFinance
Rabu, 20 Jul 2011 10:28 WIB
Persatuan Insinyur: Kondisi Infrastruktur RI Mengkhawatirkan
Jakarta - Persatuan Insinyur Indonesia (PII) mendesak pembangunan infrastruktur dengan segera. Pasalnya pembangunan infrastruktur di Indonesia sudah masuk level mengkhawatirkan jika tidak ingin dikatakan macet.

"Selama ini infrastruktur hanya tambal sulam semata, bukan ditentukan oleh aspek perencanaan jangka panjang. Hampir seluruh pembangunan infrastruktur didasarkan pada kebutuhan jangka pendek saja, artinya aspek non teknis lebih dominan dibanding aspek teknis," papar Ketua Umum PII Said Didu di sela Rapimnas 2011 PII di Gedung BPPT, Jalan Thamrin, Jakarta, Rabu (20/7/2011).

PII, lanjut Said mempunyai tujuan, fokus dan arah serta tujuan yakni mengurangi subsidi BBM, percepat bangun infrastruktur energi alternatif dan transportasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikatakan Said, kebijakan penambahan subisidi oleh pemerintah menunjukkan adanya aspek politis. Sampai saat ini pemerintah masih dilematis.

"Apakah menaikkan harga BBM atau menerapkan pengaturan bahan bakar untuk memotong biaya subsidi. Pemerintah berdalih menaikkan harga akan memicu inflasi dan menurunkan daya beli," tegas Said.

Inilah indikasi kemacetan yang dimaksud PII, bahwa kebijakan yang diambil pemerintah bukan menimbang aspek kebutuhan teknis, namun lebih dipengaruhi aspek non teknis seperti politis. "Tentu saja ini adalah penghambat kemajuan pembangunan infrastruktur," tegas Said.

Guna memberi solusi atas kemacetan pembangunan infrastruktur di Indonesia, para pakar profesional di PII menggelar Rapimnas 2011.

Rapimnas ini, sambung Said diharapkan menjadi solusi bagi pemerintah untuk memecahkan masalah-masalah tersebut.

(dru/dnl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads