Juli, Audit BPPN Diharapkan Sudah Rampung

Juli, Audit BPPN Diharapkan Sudah Rampung

- detikFinance
Jumat, 25 Jun 2004 19:00 WIB
Jakarta - Anggota Tim Pemberesan Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN), Syafruddin Arsyad Temenggung, menjelaskan audit atas laporan keuangan, pertanggungjawaban dan kinerja BPPN diharapkan dapat dituntaskan pada Juli mendatang."Audit kinerja dan laporan keuangan masih berjalan. Harapan kita Juli bisa dituntaskan," kata Syaf usai rapat Tim Pemberesan di gedung Depkeu, Jl. Lapangan Banteng Timur, Jakarta Pusat, Jumat (25/6/2004).Menurut Syaf, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sudah menyelesaikan audit tentang perbankan dimana hasilnya terdapat dua penilaian yaitu untuk audit yang terkait dengan biaya rekap, BPK menilai kurang memuaskan. Sementara, untuk audit kinerja pasca rekap dinilai baik. "Kalau keduanya digabung penilaian terhadap aspek perbankan menjadi cukup," katanya.Ditambahkan, penilaian BPK atas biaya rekap menjadi kurang memuaskan karena terdapat sudut pandang yang agak berbeda, dimana awalnya kebijakan pemerintah untuk merekap bank hanya dimaksudkan untuk memenuhi rasio kecukupan modal (CAR) 4 persen. Padahal, CAR sebesar itu rentan gejolak dan tidak menyehatkan perbankan.Akhirnya, lanjut mantan ketua BPPN ini, paradigma tersebut diubah dengan mengedepankan upaya meningkatkan intermediasi perbankan, walaupun ada penilaian bahwa rekap yang diberikan cukup berlebih.Syaf juga menyebutkan, saat ini audit keuangan dan pertanggungjawaban BPPN sedang berjalan. Depkeu dalam dua pekan ini akan menyelesaikan penunjukan tim penilai (appraisal).Sementara itu, Menteri Keuangan Boediono menjelaskan, tim pemberesan masih terus mengadakan pertemuan dan pada saatnya nanti hasilnya akan dilaporkan ke Presiden. Saat ini, kata Boediono, masih banyak aspek yang terus diselesaikan menyangkut aspek hukum maupun penjualan aset."Pemerintah selanjutnya tetap berpegang pada kesepakatan awal bahwa tim pemberesan harus sudah bisa menyelesaikan tugasnya pada September mendatang," demikian Boediono. (ani/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads