Demikian disampaikan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Gita Wirjawan dalam konfrensi pers realisasi investasi semester II-2011 di kantornya, Kamis (21/7/2011).
"Korea Selatan dan India saya prediksi menjadi negara baru yang terbesar masuk investasi di kita (Indonesia). Mereka kita ajukan ke arah industrialisasi," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pasca kesepakatan investasi Posco asal Korsel, Gita mencatat sudah ada 200 perusahaan asal Korea Selatan yang bertemu dirinya dan berniat berinvestasi di Indonesia.
Semakin banyaknya investor luar negeri masuk dikarenakan fundamental ekonomi Indonesia yang relatif stabil. Dimana faktor fiskal dan demografi Indonesia sangat 'seksi' sebagai tempat investasi baru.
"Ini yang kita jual dan semakin banyak yang mengambil sikap (investasi) jangka tengah dan panjang. Ini menjadikan lebih banyak investasi," ucapnya.
Perusahaan Korea Selatan yang akan getol berinvestasi di Indonesia adalah Grup Samsung. Gita bahkan menduga, Samsung akan kembali menggelontorkan ratusan dollar AS.
"Samsung akan banyak masuk ke infrastruktur, khususnya pembangunan power plant, jembatan, rel kereta api dan jalanan. Saya kira mereka nggak akan kecil, kalau sudah sudah menyatakan minat. Bisa ratusan juta (dollar AS). Korea Selatan akan masuk menjadi Top 5 atau 10 (besar)," papar Gita.
(wep/hen)











































