Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Tutum Rahanta mengklaim, seluruh anggota Aprindo tak menjual parsel yang dijual di toko mereka dalam kondisi kadaluarsa.
"Perputaran barang kita tidak sampai kadaluarsa sendiri sudah abis. Ngapain sih stok barang lama, karena perputaran kita lebih cepet. Jadi kecil kemungkinan" ujarnya ketika ditemui di gerai Carrefour Cempaka Putih, Jakarta, Jumat (22/7/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang jelas mereka sudah ada prosedur. Parsel di internal kita yang buat, jadi lebih terjamin," tuturnya.
Tutum juga mengimbau, konsumen yang berbelanja di toko ritel untuk ikut mengawasi peredaran barang-barang di toko-toko ritel. Apabila ada konsumen yang menemukan barang yang kadaluarsa dan sudah tidak layak untuk dikonsumsi, sebaiknya melaporkannya ke bagian pelayanan pelanggan di toko ritel tersebut.
"Bila menemukan silakan diadukan, kita akan mengganti. Mereka (konsumen) akan diberi penggantian yang lebih dari layak," imbuhnya.
(ade/hen)











































