Hillary Clinton: Potensi Wirausaha RI Sangat Tinggi

Hillary Clinton: Potensi Wirausaha RI Sangat Tinggi

Whery Enggo Prayogi - detikFinance
Sabtu, 23 Jul 2011 19:01 WIB
Hillary Clinton: Potensi Wirausaha RI Sangat Tinggi
Jakarta - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton menyatakan, sebagai negara yang memiliki banyak anak muda berbakat, Indonesia punya potensi wirausaha yang sangat tinggi.

Hal itu diungkapkan wanita bernama lengkap Hillary Diane Rodham Clinton ini di sela-sela regional entrepreneurship summit, di Nusa Dua Bali, Sabtu (23/7/2011).

"Indonesia adalah pilihan natural untuk penyelenggaraan acara ini. Sebagai tiga besar negara demokrasi di dunia, kawasan dinamis, dan salah satu penggerak globalisasi dan pertumbuhan ekonomi di dunia. Juga salah satu negara yang memiliki banyak penduduk muda, hampir 75 juta penduduk indonesia adalah pemuda di bawah 18 tahun," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, anak-anak muda ini terus tumbuh, dan saling terhubung dengan segala hal yang belum pernah terpikirkan oleh kaum tua sebelumnya. Sehingga, peluang kerja tidak hanya diciptakan pemerintah tetapi juga sektor swasta yang tetap tumbuh.

"Apa yang kita inginkan untuk mencapai itu, adalah kreativitas, invovasi, baik laki-laki dan perempuan. Potensi wirausaha ada di sekitar kita, peluang wirausahawan ada di sekitar kita," katanya.

"Mereka bisa siapa saja yang punya imajinasi, membuatnya menjadi produk baru atau jasa. Kemampuan untuk terus melanjutkan dan bekerja keras. Untuk mentransfer menjadi sesuatu yang riil," tambahnya.

Ia mengatakan, AS berniat membantu Indonesia dalam mengeluarkan potensi wirausaha yang selama ini terpendam di dalam tubuh Indonesia. Salah satunya dengan menyuntikkan dana investasi dan memberi berbagai pelatihan yang dibutuhkan.

"Berdasarkan studi kami, untuk estimasi Asia Pasifik memiliki potensial dengan jaringan kemitraan. Saya yakin wirausaha seperti anda semua di sini akan dapat mendapatkan jaringan, pelatihan dan memperoleh investor ptensial yang mendukung regulasi dan kebijakan," ujarnya.

(wep/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads