Pertemuan bisnis bertema Development and Investment Opportunities in Sabang> itu berlangsung di Ruang Nusantara KBRI Den Haag, dihadiri oleh perwakilan pemerintah Belanda, pengusaha, industri perkapalan, tour operator, dan media (20/7/2011).
Menurut Umar, Aceh khususnya kota Sabang, mampu bangkit sejak peristiwa tsunami (2004). Bahkan Sabang kini telah menjelma menjadi salah satu kawasan di Indonesia dimana bisnis berkembang dengan pesat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Oleh karena itu, KBRI Den Haag memandang perlu diadakannya business meeting ini untuk mempertemukan dua pihak, Sabang dan Belanda, demi menciptakan peluang kerjasama saling menguntungkan," terang Umar dalam keterangan pers, Jumat.
Umar menambahkan bahwa perkembangan ekonomi Indonesia, ditandai dengan PDB sebesar USD 1 triliun, serta komitmen Indonesia untuk membangun konektivitas antara anggota ASEAN, merupakan nilai tambah untuk menarik minat investor asing.
Kemudahan
Pada kesempatan sama, Walikota Sabang Munawar Liza Zainal menjelaskan beberapa hal menarik mengenai Sabang, antara lain posisi geografis sangat strategis, aspek historis dalam hubungannya dengan Belanda, serta potensi perekonomian sangat besar.
"Sabang sebagai kota yang sedang terus membangun memerlukan investasi asing, khususnya di empat sektor utama, yaitu pelabuhan laut, perikanan, pariwisata serta industri dan perdagangan," ujar Munawar.
Sebagai salah satu kawasan perdagangan bebas di Indonesia, Sabang menawarkan berbagai kemudahan bagi investor asing, termasuk one-stop-service (layanan satu atap, red), yang disediakan oleh Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS).
Calon investor asing cukup mendatangi BPKS untuk menyelesaikan seluruh prosedur yang dibutuhkan. Efisiensi merupakan daya tarik penting bagi pengusaha asing untuk berbisnis di Indonesia.
Tiga Sektor
Di sektor pariwisata, Sabang memiliki pantai dan taman laut yang indah, didukung oleh adanya resort-resort berkualitas. Penyelenggaraan Regala Sail di Sabang (13-16/9/2011) diharapkan dapat mendongkrak popularitas wisata Sabang di taraf nasional dan internasional.
Sejumlah pengusaha Belanda dalam kesempatan one-on-one (tatap muka, red) menyampaikan minat tinggi terhadap peluang investasi di Sabang, khususnya di tiga sektor yakni pariwisata, pelabuhan laut dan perikanan.
Mereka berminat untuk investasi di Sabang dengan memanfaatkan kebijakan layanan satu atap, bebas regulasi perdagangan dan bebas pajak, baik bea cukai impor, pajak pertambahan nilai maupun pajak barang mewah.
Belanda dan Standar UE
Minat ini disambut baik oleh Walikota Sabang, terutama mengingat sejak tsunami hingga sampai dengan sekarang, belum terdapat perusahaan pengolahan ikan baik bertaraf nasional dan internasional beroperasi di Sabang.
Diharapkan investor Belanda dapat membuka usaha di bidang perikanan yang akan mengundang pula minat pengusaha dari negara lain. Salah satu tantangan sektor ini yang perlu menjadi perhatian adalah standar impor Uni Eropa (UE) untuk produk perikanan yang relatif ketat.
Para peserta business meeting sepakat bahwa Sabang merupakan daya tarik tersendiri bagi masuknya arus investasi asing, karena masyarakatnya yang heterogen dan terbuka terhadap masyarakat asing, didukung dengan kondisi keamanannya.
Hal tersebut diperkuat oleh komitmen Pemkot Sabang terhadap pembangunan ramah lingkungan dan berorientasi masyarakat, sehingga dapat menyesuaikan dengan standar nilai masyarakat Eropa.
KBRI Den Haag akan terus mengadakan kegiatan serupa untuk mempromosikan potensi-potensi ekonomi berbagai daerah di Indonesia, mengingat minat tinggi pengusaha Belanda, khususnya di sektor pertanian, perikanan, perkapalan, pariwisata dan perdagangan.
(es/es)










































