Hal ini disampaikan Chairman GEPI, yang juga Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Chris Kanter usai ajang Regional Entrepreneurship Summit, di Nusa Dua, Bali, Minggu (24/7/2011).
"Kami berniat membuat Angle Investor Fund," ucapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Angle Investor Fund beranggotakan pihak-pihak pendiri dari GEPI, diantaranya Chris Kanter, Jacob Oetama, Ir. Ciputra, TP Rahmat, Erwin Aksa dan lainnya dengan total 13 pengusaha ternama di Indonesia. Mereka memiliki komitmen mengembangkan perusahaan dan organisasi entrepreneurship.
Pendirian GEPI merupakan kelanjutan dari Global Entrepreneurship Program (GEP) yang dipimpin oleh Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat, Hillary Clinton.
Chris menambahkan, angle investor asal AS yang diundang GEPI terkesima akan potensi wirausaha negeri ini. Hal serupa dinyatakan Hillary, selaku perwakilan pemerintah AS.
"Indonesia adalah pilihan natural untuk penyelenggaraan acara ini. Sebagai tiga besar negara demokrasi di dunia, kawasan dinamis, dan salah satu penggerak globalisasi dan pertumbuhan ekonomi di dunia. Juga salah satu negara yang memiliki banyak penduduk muda, hampir 75 juta penduduk indonesia adalah pemuda di bawah 18 tahun," katanya.
Menurutnya, anak-anak muda ini terus tumbuh, dan saling terhubung dengan segala hal yang belum pernah terpikirkan oleh kaum tua sebelumnya. Sehingga, peluang kerja tidak hanya diciptakan pemerintah tetapi juga sektor swasta yang tetap tumbuh.
Lanjut Chris, ada tiga investor AS yang langsung berkomitmen membantu penambahan modal bagi wirausaha Indonesia. Namun sebagian investor menanyakan mekanisme kontrol mereka sebagai pemegang saham ke depan.
"Sistem kontrol ini perlu karena, para investor jauh dan belum tentu setahun sekali datang ke Indonesia," paparnya. Di masa mendatang, GEPI bersama Bank Mandiri terus mendorong semakin banyak wirausahawan baru yang bisa dibantu dan berkembang.
(wep/dru)










































