Menko Perekonomian Hatta Rajasa menyatakan beban logistik yang ditanggung masyarakat masih tinggi yaitu sekitar 15%. Beban tersebut jauh jika dibandingkan dengan Jepang yang hanya sekitar 4%. Hal inilah yang menyebabkan daya saing negara masih rendah. Menurutnya, beban logistik tersebut disebabkan karena minimnya infrastruktur untuk konektivitas.
"Connectivity adalah pilar kedua untuk pembangunan ekonomi Indonesia. Connectivity ini buat daya saing kita rendah, beban logistik 15%, Jepang sekitar 4%," ujar Hatta dalam Seminar Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) di Kantor Lemhanas, Jalan Kebon Sirih, Jakarta, Senin (25/7/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"UU pengadaan lahan di DPR belum dibahas padahal kita sudah siapkan 1 tahun, regulasi ini adalah debottlenecking," ujarnya.
Dengan demikian, lanjut Hatta, diperlukan pelaksanaan Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) guna mendorong para investor melakukan perluasan pemerataan pembangunan sehingga para investor bisa masuk ke daerah manapun karena sudah adanya konektivitas.
"Kalau investor diserahkan mau ke mana maka akan pilih di Jawa karena infrastrukturnya bagus, masterplan ini membuat terdorongnya investor di daerah luar Jawa, sehingga 24% masih ke Jawa, selebihnya terdorong ke sana," pungkasnya.
(nia/dnl)











































