Belajar dari permainan tender proyek BUMN yang diungkapkan oleh Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat M. Nazaruddin, sebaiknya pemerintah segera mengubah sistem tender proyek di BUMN.
Hal ini disampaikan oleh Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu kepada detikFinance, Senin (25/7/2011).
"Kasus yang diungkap Nazaruddin saat ini hendaknya dijadikan momentum untuk memperbaiki sistem tender-bukan hanya terbatas memperbaiki sistem tender yang dilaksanakan oleh BUMN," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Artinya boleh saja harganya lebih tinggi tetapi hasil atau benefit-nya lebih tinggi secara keseluruhan," imbuh Said.
Dalam kesempatan itu Said mengatakan, intervensi pihak luar dalam proyek pemerintah tidak bisa sepenuhnya menyalahkan politisi. "Tapi birokrat juga sebaiknya profesional dan tidak membuka pintu intervensi oleh siapapun," tukas Said.
Seperti diberitakan sebelumnya, eks bendahara Partai Demokrat Nazaruddin menuding Anas melancarkan ADHI dalam mendapatkan proyek Hambalang. Anas dituding kecipratan dana Rp 100 miliar atas jerih payahnya tersebut. (dnl/ang)











































