Demikian disampaikan Menteri Kelautan dan Perikanan, Fadel Muhammad ketika ditemui di Kantor Badan Pertanahan Nasional, Jakarta, Senin (25/7/2011).
"30 ribu orang miskin ini hidup di pesisir pantai dan mereka adalah nelayan," kata Fadel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dari situ, terdapat 10 ribu desa miskin yang berada di pesisir termasuk di pulau-pulau Indonesia dan yang tinggal di pulau Jawa pun banyak," ucapnya.
Menurutnya, angka kemiskinan nelayan ini disebabkan karena tidak terurusnya tanah yang ditempati mereka. Tanah tersebut tidak memiliki sertifikasi sehingga tidak bisa dijadikan jaminan bagi mereka untuk berusaha dan meminta kredit modal dari bank.
"Pulau yang sebanyak 17 ribu di Indonesia ini belum termanfaatkan dengan baik, kita ingin carikan investor, masalahnya tanahnya tidak terurus dengan baik," keluhnya.
Maka itu hari ini dirinya melakukan teken perjanjian dengan pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk percepatan sertifikasi tanah bagi nelayan dan usaha terkait kelautan dan perikanan.
"Kita harapkan dengan ini, mereka (nelayan dkk) bisa mendapatkan sertifikat tanah yang nantinya bisa dijadikan agunan bagi mereka untuk meminta modal di bank," kata Fadel.
Pihaknya sendiri mengharapkan, sebanyak 47.000 sertifikat yang ingin diberikan dapat rampung hingga 2014.
"Saya kira dengan ini, mereka dapat meningkatkan pendapatan usaha mereka. Dan saya harap angka kemiskinan sebanyak 30 ribu tersebut dapat turun hingga setengahnya di tahun 2012," harap Fadel.
Badan Pusat Statistik (BPS) sebelumnya melansir jumlah penduduk miskin di Indonesia pada Maret 2011 mencapai 30,02 juta orang atau 12,49% dari total penduduk Indonesia. Dari jumlah ini, sebanyak 16,73 juta orang (55,7%) berada di Pulau Jawa.
(nrs/qom)











































