Hal ini disampaikan olehnya ketika ditemui di Rakor Pangan bersama Kamar Dagang Indonesia (Kadin) di Hotel Nikko, Jakarta, Selasa (26/7/2011).
"Saat ini stok daging masih mencukupi. Baik daging impor dari importir karena kebutuhan sampai Juli-September sudah diberi kuota dan ditambah sesuai permintaan," ungkapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk bulan Puasa ini sangat lebih dari cukup," katanya.
Dikatakannya sebanyak 60.000 ekor sapi tiap bulan akan dipotong untuk penuhi stok yang ada. "Itu sudah dilakukan sejak sebelum penghentian ekspor sapi. Apalagi setelah dibuka lagi, mereka sudah bisa msauk untuk menambah itu (stok)," tuturnya.
Pihaknya akan mengambil tindakan bagi para pelaku usaha tersebut jika terjadi kenaikkan harga sepihak.
"Kalau naik (harga) dan bisa dilacak siapa pelaku usaha yang lakukan itu, kita akan berikan sanksi. Untuk importir nakal, kuotanya akan dikurangi, atau malah sampai pada tingkat skorsing," tegas Suswono.
Pihaknya sejauh ini baru memberi himbauan bersifat moral kepada para pelaku usaha sapi tersebut.
Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu mengatakan akan ada kenaikan harga daging sapi sekitar 2,29%. Namun untuk masalah stok, pemerintah berjanji mencukupinya, termasuk terus melakukan operasi pasar mengecek adanya kenaikan harga yang melebihi 10%.
(nrs/hen)











































