Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah (IKM) Kemenperin Euis Saedah menjelaskn kucuran dana sebesar Rp 4 miliar untuk membina TKI yang terkena imbas moratorium menjadi wirausaha di bidang IKM.
Ia menuturkan dana tersebut untuk meningkatkan sumber daya manusia di bidang IKM yang saat ini sudah semakin menipis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Euis menjelaskan, dana sebesar Rp 4 miliar tersebut tidak hanya digunakan untuk pelatihan-pelatihan para TKI untuk menjadi perajin atau menjadi wirausahawan. Namun dapat disisihkan pula untuk memberikan tambahan modal bagi mereka.
"Ini juga tidak bisa kita mengajar mereka, mereka magang serifikat, terus sudah. Itu kan jadi persoalan baru. Mereka harus bisa sampai makan, istilahnya. Jadi mereka dilatih sampai bisa, terus diberi modal. Modalnya bisa berupa uang dan juga mesin," tambahnya.
Dengan dana yang hanya Rp 4 miliar, Euis mengaku, masih terlalu kecil untuk menjangkau para TKI yang tersebar di 48 kabupaten yang diperkiakan sebagai kantung-kantung TKI. Menurutnya, dengan dana sebesar itu, masih bisa menjangkau 10-12 titik di sektar Jawa dan Bali.
"Paling mungkin kita menyentuh 10-12 titik yang masing-masing terdiri dari 20 orang tenaga kerja di sekitar Jawa Bali sukur-sukur ke NTB," harapnya.
(ade/hen)










































