Pilot Mogok, Garuda Tak Boleh Terlantarkan Penumpang

Pilot Mogok, Garuda Tak Boleh Terlantarkan Penumpang

- detikFinance
Rabu, 27 Jul 2011 11:55 WIB
Pilot Mogok, Garuda Tak Boleh Terlantarkan Penumpang
Jakarta - Pemerintah meminta PT Garuda Indonesia Tbk tidak menelantarkan para penumpang yang sudah membeli tiket jika pemogokan pilot terjadi. Garuda diminta bekerjasama dengan maskapai lain yang melayani rute sama.

Hal ini disampaikan oleh Humas Kementerian Perhubungan Bambang S. Ervan kepada detikFinance, Rabu (27/7/2011).

"Kami sudah memerintahkan kepada Garuda, apabila terjadi pemogokan maka Garuda diminta berkoordinasi dengan maskapai yang melayani rute yang sama untuk mengalihkan penumpangnya. Jadi penumpang tidak diterlantarkan," tegas Bambang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perintah ini harus dijalankan Garuda, jika penumpang terlantar maka akan ada tindakan ke Garuda. "Jadi Garuda harus tahu kira-kira rute-rute mana yang memang berpotensi berhenti karena pemogokan ini, imbuh Bambang.

Agen-agen penjualan tiket dan travel mengaku belum terganggu dengan adanya rencana mogok massal para pilot Garuda Indonesia besok. Mereka justru masih banyak mendapat permintaan pemesanan tiket Garuda.

Seperti diketahui, Presiden Asosiasi Pilot Garuda (APG) Kapten Stephanus mengatakan pada 28 Juli mendatang, seluruh pilot Garuda yang berjumlah 800 orang akan melakukan mogok terbang. Mogok terbang dilakukan 28 Juli mulai pukul 00.00 WIB hingga 23.59 WIB.

Ikatan Awak Kabin Garuda Indonesia (Ikagi), juga ikut dalam mogok massal tersebut.Ancaman tersebut akan dilaksanakan jika mediasi tentang perjanjian bekerja sama (PKB), dengan jajaran direksi Garuda tidak menemukan titik temu.

APG menuntut kesetaraan gaji antara pilot asing dan lokal. Sementara, manajemen Garuda menawarkan para pilot untuk duduk bersama. Kemenhub juga siap memediasi kedua kubu.


(dnl/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads