Hal itu dikemukakan anggota Executive Board PT. E-T-A Ben Härtlein dalam Forum Asia Pasifik Bayern (FAPB) ke-10 di Nürnberg baru-baru ini.
FAPB dihadiri oleh sekitar 500 peserta yang berasal dari bidang ekonomi, politik dan ilmu pengetahuan. Delegasi RI diketuai oleh Wakil Menteri Perdagangan RI Mahendra Siregar didampingi Wakil Menteri Perhubungan RI Bambang Susantono, Duta Besar RI Berlin Eddy Protomo, Konjen RI Frankfurt Damos Dumoli Agusman dan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia di London Ediana Rae.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"(Jika kendala tersebut dibenahi)Indonesia dapat menjadi alternatif yang baik untuk menggantikan Cina," ujar Ben Härtlein dalam FAPB (20/7/2011).
Härtlein memberikan gambaran mengenai situasi dan kondisi ketika melakukan ekspansi perdagangan ke Indonesia untuk menarik minat pelaku bisnis Jerman melakukan perdagangan dan investasi di Indonesia.
Disebutkan bahwa untuk melakukan usaha dagang dengan Indonesia, diperlukan komunikasi secara langsung dengan investor. PT E-T-A sendiri memulai investasi ke Indonesia sejak 1996 dan memiliki dua lokasi produksi yaitu di Pasuruan dan Surabaya.
Beberapa hal menarik yang ditawarkan Indonesia menurut Härtlein adalah syarat makro ekonomi yang baik, loyalitas karyawan tinggi, upah karyawan dan biaya bea cukai lebih rendah dibandingkan dengan Cina.
"Dan orang Indonesia ramah terhadap orang asing," demikian ucap Härtlein.
(es/es)










































