Investor Jerman Bicara Kendala Investasi di Indonesia

FAPB Nurnberg

Investor Jerman Bicara Kendala Investasi di Indonesia

- detikFinance
Rabu, 27 Jul 2011 21:59 WIB
Nurnberg - Kendala itu antara lain kekurangmampuan pegawai dalam berbahasa asing terutama bahasa Inggris, infrastruktur daerah kurang memadai, dan kurang dukungan dari pemerintah daerah terhadap investor asing.

Hal itu dikemukakan anggota Executive Board PT. E-T-A Ben Härtlein dalam Forum Asia Pasifik Bayern (FAPB) ke-10 di Nürnberg baru-baru ini.

FAPB dihadiri oleh sekitar 500 peserta yang berasal dari bidang ekonomi, politik dan ilmu pengetahuan. Delegasi RI diketuai oleh Wakil Menteri Perdagangan RI Mahendra Siregar didampingi Wakil Menteri Perhubungan RI Bambang Susantono, Duta Besar RI Berlin Eddy Protomo, Konjen RI Frankfurt Damos Dumoli Agusman dan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia di London Ediana Rae.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sedangkan dari pelaku bisnis Indonesia yaitu KADIN Indonesia, PT. Multistrada Arah Sarana TbK (industri ban mobil), PT. Cocoa (industri kakao), dan PT. Galih Ayom Paramesti (industri komponen mobil).

"(Jika kendala tersebut dibenahi)Indonesia dapat menjadi alternatif yang baik untuk menggantikan Cina," ujar Ben Härtlein dalam FAPB (20/7/2011).

Härtlein memberikan gambaran mengenai situasi dan kondisi ketika melakukan ekspansi perdagangan ke Indonesia untuk menarik minat pelaku bisnis Jerman melakukan perdagangan dan investasi di Indonesia.

Disebutkan bahwa untuk melakukan usaha dagang dengan Indonesia, diperlukan komunikasi secara langsung dengan investor. PT E-T-A sendiri memulai investasi ke Indonesia sejak 1996 dan memiliki dua lokasi produksi yaitu di Pasuruan dan Surabaya.

Beberapa hal menarik yang ditawarkan Indonesia menurut Härtlein adalah syarat makro ekonomi yang baik, loyalitas karyawan tinggi, upah karyawan dan biaya bea cukai lebih rendah dibandingkan dengan Cina.

"Dan orang Indonesia ramah terhadap orang asing," demikian ucap Härtlein.
(es/es)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads