Menteri BUMN: Jangan Sampai Ada Kecemburuan Pilot Lokal dan Asing

Menteri BUMN: Jangan Sampai Ada Kecemburuan Pilot Lokal dan Asing

Ramdhania El Hida - detikFinance
Kamis, 28 Jul 2011 10:47 WIB
Menteri BUMN: Jangan Sampai Ada Kecemburuan Pilot Lokal dan Asing
Jakarta -

Pemerintah sebagai pemegang saham meminta manajemen PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) untuk belajar dari aksi mogok beberapa pilotnya yang menuntut kesetaraan gaji dengan pilot asing. Hal ini tidak boleh terjadi lagi!

Demikian disampaikan oleh Menteri BUMN Mustafa Abubakar saat ditemui di Tanjung Priok sebelum inspeksi ke Bandara Soekarno Hatta, Kamis (28/7/2011).

"Seruan mogok ini kita ambil hikmahnya, kita ingin perbaiki komunikasi jangan sampai ada kecemburuan dengan pilot asing," tegas Mustafa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia mengatakan akan memantau mogok kerja ini sampai jam 11.00 malam, apakah mengganggu kelancaran operasional Garuda.

"Kita lihat langkah antisipasi, jangan banyak pengguna jasa yang dikorbankan," jelasnya.

Sebelumnya PT Garuda Indonesia Tbk mengklaim jumlah gaji yang didapatkan oleh pilot-pilot lokalnya lebih besar ketimbang gaji pilot asing yang dikontraknya. Dalam sebulan gaji pilot lokal mencapai Rp 71 juta, sementara pilot asing Rp 68,8 juta/bulan.

Asosiasi Pilot Garuda (APG) melakukan aksi mogok kerja di Bandara Soekarno-Hatta. Aksi mogok dilakukan karena tuntutan kenaikan gaji belum ditanggapi oleh direksi Garuda.

Aksi mogok ini dilakukan sebagian pilot yang tergabung dalam APG, antara lain sebagai bentuk protes atas diskriminasi pendapatan pilot asing dengan pilot lokal. Awak kabin yang tergabung dalam Ikatan Awak Kabin Garuda Indonesia (Ikagi) juga menyerukan mogok serupa.

(dnl/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads