Wakil Menteri Pertanian Bayu Krisnamurthi menegaskan, Indonesia sebenarnya mampu untuk mencapai swasembada sapi, namun untuk menyediakan sumber daya manusia dokter hewan masih perlu untuk ditambah lebih banyak.
"Kalau hitung-hitungannya, kita mungkin swasembada sapi, tapi kita sudah swasembada dokter hewan belum?" tanyanya dalam pembukaan forum 'Bedah Masalah dan Rancang Bangun Kebijakan Supply Demand Daging Sapi/Kerbau Indonesia' di Kementerian Pertanian, Jakarta, Kamis (27/7/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Berapa banyak pos pemeriksaan kesehatan yang harus ada," ujarnya.
Bayu menambahkan, untuk urusan kesejahteraan hewan (animal welfare), Indonesia masih jauh dari kata baik. Beberapa pengalaman yang pernah dialami oleh Indonesia, banyak sapi yang diperlakukan dengan tidak baik. Misalnya penanganan saat turun dari kapal pengangkutan, sapi diikat pada tanduknya dan banyak sapi yang terjatuh dan tanduknya lepas.
"Kita masih harus begitu banyak yang kita kerjakan untuk animal welfare," imbuhnya.
Untuk itu Bayu menginginkan, program swasembada ini bukan hanya tugas Kementerian Pertanian. Namun Bayu juga mengajak pihak terkait untuk ikut serta, diantaranya persatuan dokter hewan.
"Swasembada tidak hanya cukup menghitung angka tapi juga platform. Hal itu tidak hanya cukup di Kementrian Pertanian, Dirjen pertanian, Badan karantina. Harus mengajak dokter dan lain-lain," ucapnya.
(ade/hen)











































