Direktur Utama Bulog, Sutarto Alimoeso mengatakan banyak pandangan yang mengira beras yang disalurkan oleh pihaknya itu adalah beras-beras berkualitas rendah yang harganya murah untuk masyarakat yang kurang mampu. Pernyataan tersebut dibantah langsung oleh Sutarto.
"Jadi jangan seolah-olah beras Bulog itu jelek, padahal beras Bulog yang katanya jelek itu sudah mulai susah dicari," katanya dalam bincang dengan wartawan di kantornya, Jalan Gatot Soebroto Jumat malam (29/7/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini bukan beras raskin (beras miskin), ini beras komersial Bulog," jelasnya.
Sutarto juga menceritakan, beras yang disalurkan oleh Bulog pernah dianggap beras berkualitas buruk oleh sebagian kalangan. Namun, ternyata hal tersebut hanyalah ulah sebagian pedagang yang terkena imbas dari operasi pasar yang belakangan ini dilakukan oleh Bulog bersama dengan beberapa kementerian.
"Di Wonokromo, Jawa Timur, waktu itu datang pas ada operasi pasar, pada teriak 'berasnya jelek'. Ternyata itu pedagang yang begitu kita jual operasi pasar lebih murah. Begitu ditanya ternyata pedagang beras di dalam karena tidak laku begitu kita operasi pasar," paparnya.
Sutarto juga mengajak wartawan untuk mencicipi beras yang dimiliki oleh Bulog. "Sekali-sekali teman-teman wartawan nyoba beras kita mestinya," ajaknya.
Lebih lanjut Sutarto menyampaikan, Bulog juga mencadangkan beras komersial sekitar 184 ribu ton untuk digunakan apabila memang diperlukan.
"Kita juga melakukan pengadaan komersial yang sewaktu-waktu bisa dipersiapkan mana kala terjadi kekurangan beras untuk PSO. Hampir 184 ribu ton untuk beras komersial Bulog yang dicadangkan kalau sewaktu-waktu kurang, itu bisa dialihkan," tambahnya.
(ade/dnl)











































