Demikian disampaikan Direktur Utama Bulog Sutarto Alimoeso di kantornya, Jakarta, Jumat malam (29/7/2011).
"Tahun 2011 sampai Juni ini, kita sudah meraup keuntungan sampai Rp 892,9 miliar (unaudited)," singkatnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pertama (keuntungan) dari impor, selisih harga impor yang jauh lebih murah yang tahun ini sudah masuk 1,3 juta ton. Kedua dari uang muka pemerintah. Mei lalu uang sudah mulai keluar karena Bulog sudah beli beras, kemudian itu langsung dibayarkan sehingga mengurangi bunga bank," paparnya.
Sutarto menambahkan, keuntungan tersebut nantinya akan digunakan untuk membeli beras dan gabah dari petani di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Beras tersebut akan digunakan untuk cadangan beras nasional.
"Inpres nomor 8 tahun 2011 memberikan fleksibilitas harga. Bulog akan mengambil keuntungan ini untuk tambahan harga. Pemerintah minta kami menggunakan keuntungan untuk itu," ujarnya.
(ade/dnl)











































