Harga Pangan Naik, Konsumen Mulai Pesimistis Lagi

Harga Pangan Naik, Konsumen Mulai Pesimistis Lagi

Nurul Qomariyah - detikFinance
Senin, 01 Agu 2011 09:52 WIB
Harga Pangan Naik, Konsumen Mulai Pesimistis Lagi
Jakarta -

Setelah menguat selama 4 bulan berturut-turut, kepercayaan konsumen menurun sedikit pada bulan Juli. Turunnya kepercayaan konsumen itu terutama disebabkan karena kekhawatiran konsumen terhadap kenaikan harga pangan. Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) bulan Juli tercatat turun sebesar 2,4% menjadi 89,6.

"Naiknya harga bahan pangan, ditambah dengan menurunnya penilaian konsumen terhadap keadaan ekonomi dan ketersediaan lapangan kerja saat ini, telah membuat kepercayaan konsumen melemah pada bulan Juli," demikian hasil riset dari Danareksa Research Institute yang dikutip detikFinance, Senin (1/8/2011).

Sebanyak 60,9% konsumen yang disurvei pada bulan Juli masih merasa khawatir terhadap kenaikan harga pangan, atau naik dari 58,6% pada bulan sebelumnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Namun, kami perkirakan, kenaikan harga bahan pangan ini hanya bersifat sementara karena harga bahan pangan biasanya cenderung meningkat menjelang dan selama bulan puasa yang pada tahun ini jatuh pada bulan Agutus," ujar Purbaya Yudhi Sadewa, Kepala Riset DRI.

Survei pada bulan Juli juga menunjukkan, konsumen secara keseluruhan merasa yakin bahwa tekanan inflasi akan sedikit meningkat dalam enam bulan mendatang. Indeks yang mengukur sentimen konsumen terhadap inflasi naik sebesar 3,5% menjadi 193,3 pada bulan Juli. Angka ini merupakan yang tertinggi sejak bulan september 2008.

"Ekspektasi kenaikan harga ini tidaklah mengherankan karena harga bahan pangan biasanya cenderung meningkat selama bulan Ramadhan dan Idul Fitri yang pada tahun ini jatuh pada bulan Agustus," jelas Purbaya.

Ia menambahkan, faktor lain yang dapat mendorong kenaikan tekanan inflasi dalam waktu dekat adalah biaya pendidikan yang biasanya meningkat pada awal tahun ajaran baru di bulan Juli-September.

Kedua komponen utama yang membentuk IKK menurun pada bulan Juli. Komponen yang menunjukkan keadaan saat ini, Indeks Situasi Sekarang (ISS), turun sebesar 4,6% menjadi 72,9 karena penilaian konsumen terhadap keadaan ekonomi dan ketersediaan lapangan kerja saat ini menurun.

Sementara itu, komponen IKK lainnya yang menunjukkan keadaan masa depan, Indeks Ekspektasi (IE), turun sebesar 1,1% menjadi 102,1. Penurunan IE ini menunjukkan berkurangnya optimisme masyarakat terhadap prospek ekonomi dalam enam bulan mendatang.

"Walaupun optimisme masyarakat terhadap prospek ekonomi dalam enam bulan mendatang berkurang, rencana konsumen untuk membeli barang-barang tahan lama tetap kuat pada bulan Juli," ujar Purbaya.

Berdasarkan hasil survei terakhir, sekitar 32,3% konsumen yang disurvei berencana untuk membeli barang-barang tahan lama dalam 6 bulan mendatang, atau naik dari 29,7% pada bulan Juni. Angka ini merupakan yang tertinggi sejak bulan Maret 2000.

Sementara itu, kepercayaan konsumen terhadap kemampuan pemerintah untuk melaksanakan tugas-tugasnya melemah pada bulan Juli. Indeks Kepercayaan Konsumen terhadap Pemerintah (IKKP) turun sebesar 2,82% menjadi 89,2 dari 91,8 pada bulan Juni.

Pada survei terakhir, tiga komponen yang membentuk IKKP menurun, sedangkan dua komponen lainnya meningkat. Komponen yang mengalami penurunan terbesar adalah komponen yang menunjukkan kemampuan pemerintah dalam menjaga stabilitas harga (indeksnya turun sebesar 12,18% menjadi 70,9 pada bulan Juli).

(qom/ang)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads