Penggunaan uang bonus dan Tunjangan Hari Raya (THR) konsumen di Indonesia untuk pembelian gadget baru mulai jadi tren. Hal ini mulai menggeser tingkat belanja makanan dan minuman masyarakat jelang Lebaran periode sebelumnya.
Director Retail Service Nielsen Yongky Surya Susilo mengatakan tren ini setidaknya sudah mulai terjadi sejak dua tahun terakhir. Bahkan masalah ini juga tertangkap dari penelitian terbaru Nielsen pada triwulan III-2011 ini.
Yongky menuturkan saat ini pola peningkatan belanja untuk kebutuhan makanan dan minuman atau consumer goods jelang puasa hanya meningkat 30%. Padahal dua tahun sebelumnya orang masih banyak memfokuskan belanja untuk consumer goods yang memberikan pertumbuhan perimintaan 35-40% jelang Puasa waupun Lebaran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia juga menuturkan adanya pergeseran peningkatan konsumsi consumer goods ke barang-barang gagdet seperti HP dan sebagainya karena faktor pelarangan pemberian parsel di kalangan pemerintahan. Secara otomatis produk-produk consumer goods yang biasa menghiasi produk parsel turut terpangkas permintaannya.
"Jadi ada tren makanan melandai, ini ada peralihan, orang lebih senang pulang kampung bawa HP baru. Sekarang in lebih keren orang silaturahmi dengan HP," katanya.
Lalu bagaimana dengan peningkatan gadget jelang Lebaran? Yongky menuturkan seperti tahun sebelumnya tercatat peningkatan konsumsi jenis barang ini meningkat hingga 80% melampaui consumer goods seperti biskuit, sirup, makanan kaleng dan lain-lain.
"Misalnya sekarang ini pelan-pelan kita tanya, di kuartal tiga ternyata seperti itu," katanya. (hen/ang)











































