Rusia Janji Kucuri US$ 2,5 Miliar Bangun Rel di Kalimantan

Rusia Janji Kucuri US$ 2,5 Miliar Bangun Rel di Kalimantan

- detikFinance
Senin, 01 Agu 2011 13:48 WIB
Rusia Janji Kucuri US$ 2,5 Miliar Bangun Rel di Kalimantan
Jakarta - Rusia berkomitmen membiayai pembangunan rel kereta di Kalimantan. Dana yang dijanjikan mencapai US$ 2,5 miliar.

Deputi Bidang Koordiasi Kerjasama Ekonomi dan Pembiayaan Internasional Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Rizal Affandi Lukman menyebutkan, sebuah perusahaan asal Rusia yang tertarik untuk membangun rel kereta api yang menghubungkan Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur.

"Ada perusahan Rusia yang tertarik membangun rel kereta api dari Kalimantan Tengah ke Kalimantan Timur. Utamanya untuk mengangkut batu ara yang ada di sana," katanya ketika bertemu dengan wartawan di kantornya Senin (1/8/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rizal meyebutkan, investasi yang akan dikeluarkan Rusia untuk membangun rel sepanjang 135 Km ini ditaksir mencapai US$ 2,5 miliar. .

"Nilainya US$ 2,5 miliar. Ini dapat disepakati pemerintah Rusia, pemerintah Indonesia, dan Pemda di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur yang akan dilewati oleh rel tersebut," jelasnya.

Rencananya, lanjut Rizal, penandatangan nota kesepahaman (MoU) akan dilaksanakan sekitar bulan November 2011 di Bali ketika Presiden Rusia datang berkunjung ke Indonesia.

"MoU-nya akan ditandatangani pada saat kunjungan Presiden Rusia berkunjung ke Bali bulan November, itu Asia Summit," tuturnya.

Rizal menambahkan, rel kereta api tersebut direncanakan dapat dirampungkan dalam jangka waktu 3-5 tahun setelah penandatangan. Rencana selanjutnya, rel kereta api itu tidak hanya dikhususkan untuk batubara, tetapi juga dapat digunakan untuk transportasi masyarakat.

"Targetnya tentu kalau bisa dalam 3-5 tahun setelah penandatangan, kan tidak bisa tanda tangan langsung bangun. Mudah-mudahan bisa dipakai juga untuk angkut orang, saat ini khusus untuk batubara saja," imbuhnya.

(ade/hen)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads