Inflasi RI Diselamatkan Bawang Impor dari China

Inflasi RI Diselamatkan Bawang Impor dari China

- detikFinance
Senin, 01 Agu 2011 14:20 WIB
Inflasi RI Diselamatkan Bawang Impor dari China
Jakarta - Badan Pusat Statistk (BPS) mencatat terjadi inflasi di Juli 2011 sebesar 0,67%. Angka ini sedikit lebih rendah dari ekspektasi karena ditopang deflasi oleh beberapa barang seperti bawang putih dan cabai rawit.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan menyatakan beberapa komoditas yang menekan inflasi pada Juli 2011 ini yang berasal dari komoditas impor.

"Selain ada komoditas yang harganya naik, ada yang harganya turun atau mengalami deflasi seperti bawang putih, bawang merah, cabai merah, tapi komoditas itu imported inflation," ujarnya dalam jumpa pers di kantornya, Jalan Dr. Sutomo, Jakarta, Senin (1/8/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selama ini Indonesia masih bergantung dengan produk-produk impor pertanian khususnya bawang merah dan bawang putih. Meskipun sebagian masih dipenuhi dalam dalam negeri khususnya bawang putih.

"Sementara yang mengalami deflasi adalah bawang putih 0,08% karena diduga ada impor. Kemudian cabai rawit deflasi 0,03%," tukas Rusman.

Ketua Umum Asosiasi Sayur dan Buah Indonesia Hasan Johnny Widjaja mengatakan produksi bawang putih dalam negeri sangat memprihatinkan. Suplai bawang putih mayoritas berasal dari impor.

"Memang besar impornya, kita bewang putih itu nggak banyak yang sudah ditanam. Selama ini dikuasai oleh RRC, mereka produksi bisa murah, murah banget," kata Hasan.
(hen/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads