Proyek Tol Koja-Simpang Jampea Terhadang Makam Mbah Priok

Proyek Tol Koja-Simpang Jampea Terhadang Makam Mbah Priok

- detikFinance
Senin, 01 Agu 2011 19:18 WIB
Proyek Tol Koja-Simpang Jampea Terhadang Makam Mbah Priok
Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengakui proyek pengerjaan jalur tol paket 3 Seksi E-2A atau Koja-Simpang Jampea mengalami kendala sosial. Diantaranya pengerjaan ramp ON/OFF atau pintu masuk dan keluar ruas tol sepanjang 1,92 km tersebut bersinggungan atau melintasi makam Ex Dobo yang lebih dikenal makam Mbah Priok.

Demikian seperti dikutip detikFinance dari situs Kementerian PU, Senin (1/8/2011).

Kementerian PU juga mencatat terjadi persinggungan dengan beberapa bangunan lainnya yaitu bangunan Pintu Air Koja milik Ditjen Sumber Daya Air Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane. Selain itu, terdapat juga instalasi pipa Pertamina, pintu penyaring sampah milik PT Pelindo II, dan bangunan masjid.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga Kementerian PU Djoko Murjanto meminta agar pihak kontraktor, konsultan dan PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) dapat memahanmi siuasi selama pelaksanaan proyek. Juga diminta senantiasa berkoordinasi dengan baik kepada pemilik utilitas setempat.

Pekan lalu kontrak pembangunan jalan tol akses Tanjung Priok Paket 3, seksi E-2A ruas Koja-Simpang Jampea ditandatangani. Penandatanganan tersebut dilaksanakan oleh Kepala Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Jalan Bebas Hambatan Tanjung Priok (TgPA) / PPK E2A, Bambang Nurhadi dengan pihak kontraktor. Proyek didanai pleh APBN melalui pinjaman pemerintah Jepang (JICA).

Djoko mengharapkan pihak kontraktor mampu melaksanakan tepat waktu. Mengingat, karena intensitas lalulintas yang padat dan dilalui oleh kendaraan-kendaraan berat.

Rencananya jangka waktu pelaksanaan pekerjaannya adalah 31 bulan dan dimulai selambat-lambatnya 3 bulan dari penandatanganan kontrak. Hal ini dikarenakan di bawah jalan tersebut banyak pipa-pipa utilitas yang perlu diganti, dan ini perlu dipersiapkan terlebih dahulu, baik persiapan administrasi maupun persiapan konstruksi lapangan, tambahnya.

Kontrak senilai Rp 1,1 triliun ini dilaksanakan oleh kontraktor Obayashi joint operation dengan Jaya Konstruksi, dengan konsultan Katahira & Engineers International.

Seksi E-2A merupakan satu dari 6 paket pekerjaan TgPA dengan panjang 1,9 km, dengan target penanganan Main Road sepanjang 1,9205 Km, Viaduct section 1,920 Km, Total on/off Ramp 2.200 Km, FO Jalan Arteri 910 m.

Paket E-2A merupakan bagian dari program pembangunan jalan strategis akses Tanjung Priok. Meliputi ruas Rorotan-Semper-Cilincing-Koja-Simpang Jampea dan Jalan Yos Sudarso dengan panjang 10,2 km. Total pembiayaan keempat paket sekitar Rp 3,3 triliun.

Tol akses Tanjung Priok diharapkan dapat meningkatkan kapasitas jaringan jalan di wilayah Jakarta dan mengurangi kepadatan lalu lintas. Juga sebagai akses ke Pelabuhan Tanjung Priok dan fasilitas pelabuhan terkait dan menghubungkan ruas Jakarta Outer Ring Road (JORR) dengan Jakarta Inter Urban Toll (JIUT).
(hen/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads