8 Perusahaan Asing Minati 3 Blok Migas Jatim

8 Perusahaan Asing Minati 3 Blok Migas Jatim

- detikFinance
Senin, 28 Jun 2004 19:12 WIB
Jakarta - Sebanyak 8 perusahaan asing telah menyatakan minat untuk mengelola 3 dari 10 blok migas yang ditawarkan pemerintah pada 14 Oktober 2003 yaitu blok Madura III, IV dan V. Ke-8 perusahaan tersebut di antaranya Shell, ExxonMobil, Total E&P, Santos, CNOOC dan Amerada Hess.Demikian diungkapkan Dirjen Migas Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral, Iin Arifin Takhyan, dalam keterangan persnya di Kantor Ditjen Migas, Plasa Centris, Kuningan, Jakarta, Senin (28/6/2004). Disebutkan, pertimbangan ke-8 perusahaan asing tersebut meminati 3 blok migas tersebut karena Jatim merupakan daerah hotspot yang memiliki banyak potensi migas dengan cadangan yang cukup besar.Sedangkan mengenai 7 blok yang tersisa yang juga ditawarkan pada Oktober 2003 adalah Blok Lhokseumawe (Nanggroe Aceh Darussalam), Ujung Kulon (Banten), Rote I (NTT), Rote II (NTT), Babar (Maluku), Selaru (Maluku Tenggara) dan Manokwari (Papua). Menurut Iin, pemerintah akan memberikan paket insentif dan besaran term and condition kepada calon investor berdasarkan potensi geologi. Insentif yang diberikan pemerintah dalam penawaran ini berupa kredit investasi yang mencapai 110 persen dari nilai investasi.Selain itu, para investor juga ditawari prosentase bagi hasil yang lebih besar daripada bagi hasil normal. Bahkan, untuk daerah marginal, prosentase bagi hasil untuk minyak bisa mencapai 65:35 atau lebih besar dari bagi hasil biasa 85:15. Sedangkan untuk komoditas gas, bisa mencapai 60:40 dari bagi hasil normal 70:30."Jadi kita memberikan insentif dengan paket yang sangat menarik untuk merangsang investor menanamkan modalnya di Indonesia. Meskipun bagian negara lebih kecil, tapi tetap lebih menguntungkan karena itu daerah frontier. Jadi kalau tidak ada yang mau mengelola, ya sulit untuk diapa-apakan," papar salah seorang komisaris Pertamina tersebut.Ditambahkan, Ditjen Migas memberikan batas waktu pengambilan informasi penawaran (bid information) oleh calon investor mulai 6 Juli hingga 20 September 2004. Adapun batas akhir penyerahan dokumen penawaran pada 30 September 2004.Semula informasi penawaran itu dapat diambil calon investor pada 1 Desember 2003-18 Juni 2004 dan batas akhir penyampaian dokumen penawaran 30 Juni 2004. Namun akibat masih adanya penyelarasan dengan beberapa instansi terkait, maka informasi penawaran itu baru tersedia pada 6 Juli mendatang.Menurut Iin, pemenang tender ini akan diumumkan pada awal Oktober 2004, bersamaan dengan pengumuman pemenang tender minat khusus untuk blok tertentu. Pada akhir tahun, pemerintah akan kembali menawarkan 10 blok baru di antaranya Natuna Barat, Papua, Ambalat (Kaltim), Buton (Sulawesi Tenggara) dan Sumatera Selatan. (ani/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads