Putin: AS Seperti 'Parasit' dalam Perekonomian Dunia

Putin: AS Seperti 'Parasit' dalam Perekonomian Dunia

- detikFinance
Selasa, 02 Agu 2011 07:24 WIB
Putin: AS Seperti Parasit dalam Perekonomian Dunia
Seliger, Rusia - Perdana Menteri Rusia, Vladimir Putin menuding Amerika Serikat hidup layaknya parasit pada perekonomian dunia. Dominasi dolar AS juga dianggap sebagai ancaman bagi pasar finansial.

"Mereka hidup diluar batas tengahnya dan mengalihkan bagian dari masalah mereka pada perekonomian dunia," ujar Putin saat menghadiri perkemahan musim panas, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (2/8/2011).

"Mereka (AS) hidup seperti parasit pada perekonomian dunia dan dolar AS memonopoli," imbuh Putin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pernyataan tersebut disampaikan Putin setelah Presiden AS Barack Obama sebelumnya mengumumkan tercapainya kesepakatan untuk memangkas anggaran hingga US$ 2,4 triliun guna menghindari gagal bayar, sekaligus penurunan peringkat utang AAA milik AS.

Kesepakatan tersebut langsung membuat bursa-bursa saham Asia melonjak, termasuk bursa Rusia yang mencapai titik tertingginya dalam 3 bulan terakhir. Namun kekhawatiran seputar kemungkinan penurunan peringkat kredit masih menghantui.

"Terima kasih Tuhan, bahwa mereka masih memiliki perasaan yang cukup dan tanggung jawab untuk membuat keputusan yang berimbang," tambah Putin.

Namun Putin yang kerap kali mengkritik kebijakan mata uang AS menggarisbawahi, Rusia kini merupakan salah satu pemegang surat berharga AS.

"Jika disana (AS) selesai, maka akan ada kegagalan sistemik, dan ini akan memberikan dampak kepada semua orang," ujar Putin dalam acara yang dihadiri para kawula muda Rusia itu.

"Negara-negara seperti Rusia dan China memegang bagian besar cadangan mereka dalam surat berharga AS. Mestinya ada cadangan dalam mata uang lainnya," tambah Putin.

Terkait perkembangan soal utang AS tersebut, House of Representatives atau DPR AS akhirnya memberikan persetujuan untuk kenaikan batas utang guna menghindari gagal bayar, sekaligus rencana pemangkasan belanja pemerintah. Rencana tersebut kini tinggal meminta persetujuan dari Senat AS.

Persetujuan itu diperoleh melalui voting 269-161 yang dilakukan Kongres AS pada Senin (1/8/2011) malam waktu setempat, sesaat sebelum tenggat waktu penyelesaian kenaikan batas utang pada 2 Agustus.


(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads