Fenomena Sapi Makan Sampah Jadi Hal Biasa di Semarang

Fenomena Sapi Makan Sampah Jadi Hal Biasa di Semarang

- detikFinance
Rabu, 03 Agu 2011 13:42 WIB
Fenomena Sapi Makan Sampah Jadi Hal Biasa di Semarang
Semarang - Fenomena sapi makan sampah bukan hal aneh di Semarang. Di TPA Jatibarang, sehari-hari ratusan sapi 'berpesta' di antara truk dan puluhan pemulung.

Dengan santainya, Rabu (3/8/2011), sapi-sapi mengais tumpukan sampah. Kehadiran orang asing atau pemulung sama sekali tak mengusiknya. Mereka terus mengais, berjalan pelan, berpindah dari satu titik ke titik lain.

Saat truk datang, tanpa diteriaki si sopir, sapi-sapi itu buru-buru minggir. Begitu truk sudah menumpahkan sampah, mereka berebutan mendekat. Tampaknya, mereka hapal bagaimana menempatkan diri di tengah lalu lalang truk, tumpukan sampah, dan pemulung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sapi-sapi itu tidak terpusat di satu titik. Seperti ada pembagian wilayah, beberapa sapi punya kelompok sendiri. Beberapa 'oportunis', berpindah begitu ada truk yang baru saja menurunkan sampah baru.

Petugas TPA Jatibarang yang enggan disebut namanya, menyatakan sapi-sapi itu sudah ada sebelum ia berada di wilayah tugasnya. Jadi, ia tidak tahu pasti siapa pemilik sapi-sapi tersebut. "Milik warga, tapi siapanya saya nggak tahu. Sapinya nggak pernah dijaga," katanya.

Petugas itu menambahkan, sapi-sapi itu memang biasa makan sampah. Ia tidak pernah mengecek apa yang dimakan sapi. "Pastinya daun atau sisa sayur. Nggak tahu kalau plastik atau yang lain ikut dimakan," ungkapnya.

TPA Jatibarang terletak di Kelurahan Bambankerep, Ngaliyan, kurang lebih 6-7 km barat daya pusat Kota Semarang. Saat ini, di lokasi tersebut telah dibangun unit pengolah sampah. Sapi 'diizinkan' menikmati sampah selama sampah tersebut belum masuk mesin pengolah.

Sebelumnya berdasarkan sumber yang dihimpun detikFinance penelitian terhadap hewan ternak sapi, yang digembalakan di TPA sudah dilakukan TPA Puteri Cempo Mojosongo, Solo, Jawa Tengah. Para sapi yang digembalakan di lokasi itu terindikasi terkena pencemaran logam timbal dan sangat berbahaya bagi kesehatan sapi dan manusia yang mengkonsumsi daging sapi tercemar.

Kisah ini sudah berlangsung tahunan lalu, terkait upaya pemanfaatan sapi sebagai pengurai sampah organik di lokasi TPA. Namun hingga kini kegiatan tersebut masih berlangsung.

(dnl/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads