"Tiket mudik terjual habis. Sekarang sudah semua. Kita berpikir untuk menambah A320s untuk delivery secepatnya," ucap VP Strategic Citilink, dan EVP Finance GIAA, Elisa Lumbantoruan di kantornya, Cengkareng, Tangerang, Rabu (3/8/2011).
Dengan tambahan satu armada dapat menambah jumlah penerbangan minimal 5 frekuensi. "Kalau bisa minggu pertama September bisa agar tambah jumlah kursi. Kan ada 180 sheet per satu armada. Kalau lima landing kan lumayan," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sudah lebih dari 85%, tapi kan Garuda menambah 30 ribu sheet," kata Elisa.
Sementara itu dengan penambahan lima armada Citilink sewa dan pembelian 25 Airbus A320s serta opsi penambahan 25 unit dengan jenis yang sama, Direktur Utama GIAA Emirsyah Satar optimis Citilink akan mampu bersaing di kelas LCC.
Persaingan dengan markapai pada segmen yang sama juga tidak perlu dikhawatirkan, karena pasar Indonesia masih sangat besar. Termasuk persaingan dengan sesama BUMN Airlines, PT Merpati Nusantara.
"Merpati kan beda. Ini kan fullservices. Citilink kan LCC. Saya rasa market cukup besar, hingga tidak perlu (persaingan secara langsung)," terang Emirsyah.
(wep/dnl)










































