Namun Sri Mulyani tetap angkat bicara. Bukan soal pencapresannya, melainkan mengenai masa transisi. Sri Mulyani menuliskan pengalamannya soal masa transisi di Indonesia dan mengaitkannya dengan proses peralihan yang kini marak terjadi di sejumlah negara.
Tulisan Sri Mulyani yang kini menjabat sebagai Managing Director Bank Dunia itu dimuat dalam situs Bank Dunia. Dalam tulisan tersebut, Sri Mulyani menyoroti masalah peralihan yang banyak terjadi di kawasan Timur Tengah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Meskipun pergerakan pro-demokrasi di Mesir dan Tunisia berhasil mengubah rezim secara cepat, namun ketidakpastian masih ada di negara-negara itu juga. Setelah beberapa periode harapan, banyak pengamat sekarang menjadi heran bagaimana kawasan tersebut bisa menghasilkan semangat dan getaran ekonomi serta demokrasi," ujar wanita kelahiran Bandar Lampung, Lampung, 26 Agustus 1962 itu.
Ia menambahkan, revolusi dan akibatnya selalu mengalir dan berubah-ubah waktunya dan terkadang hinggap pada salah satu sisi pisau. Menjembatani lebarnya jurang pemisah antara ekspektasi tinggi dan realitas anggaran yang terbatas dan kemampuan akan menjadi ujian.
Mengatasi masakah ketidakadilan di masa lalu dan membangun perekonomian yang menciptakan kesempatan kepada semua pihak menjadi tantangan terbesar, disamping juga adanya gejolak, ketidakpastian dan bahaya oportunis politik.
"Tapi transisi juga menjadi saat yang tepat untuk sebuah kesempatan besar. Pada tahun 1999, saya termasuk salah satu orang Indonesia yang menginginkan dan merayakan turunnya salah satu diktator, Soehrto dan saya bergabung dengan pemerintah baru ketika dia turun," ungkap Sri Mulyani.
"Banyak pengamat memrediksi bahwa Indonesia, negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, tidak akan bisa mempertahankan demokrasi dan akan beralih ke kerusuhan. Tugas-tugas yang menanti kami sangat menakutkan. Namun kami membuktikan keragu-raguan itu salah dan mempelajari beberapa pelajaran dasar," ujar Sri Mulyani.
Nama Sri Mulyani muncul setelah Partai Serikat Rakyat Independen (SRI) mendaftarkan diri dan mengusung mantan menkeu tersebut sebagai Capres 2014. Namun sejumlah pihak meragukan Sri Mulyani bisa mulus melangkah karena kerap kali dikaitkan dengan masalah kasus Bank Century. Kasus itu pula yang menjadi salah satu pemicu Sri Mulyani mundur dari jabatannya sebagai menteri keuangan untuk kemudian menerima pinangan Bank Dunia untuk menjadi managing director.
(qom/hen)











































