Saat ini pengerjaan semi terowongan Nagreg untuk dapat dilalui oleh kendaraan untuk mudik sudah sampai 96%.
"Sekarang belom dioperasikan. Sekitar 17 Agustus molor-molor tanggal 20 Agustus 2011. Pengerjaan dalam rangka untuk fungsional sudah 96 persen kira-kira itu," kata Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum Djoko Murjanto dalam jumpa wartawan di kantornya, Kamis (4/8/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pengerjaan di pinggir-pinggirnya itu masih banyak, tapi itu kan tidak pengaruh fungsional. Nanti juga akan ditutup lagi atasnya, makanya namanya semi tunnel. Itu Oktober selesai semua sampai di atasnya," jelasnya.
Djoko menambahkan, pengerjaan penyelesaian jalur Nagreg akan kembali dikerjakan setelah lebaran H+10. Namun, Djoko tidak menampik bahwa pemulaian pekerjaan akan dilaksanakan molor dari rencana.
"Nanti setelah lebaran dikerjakan lagi. Rencananya H+10, tapi kayanya molor ya tergantung tukangnya nanti datang. Ya kendalanya di tukang antara lain," jelasnya.
Djoko menjelaskan, untuk pengoperasian sebelum lebaran pihaknya telah menurunkan ketinggian jalan sampai dengan 10 meter dan saat ini sedang dalam penyelesaian pengaspalan.
"Pengalaman tahun lalu itu, tinggi sekali, banyak yang mogok. Sekarang kita turunkan 10. Tadinya 18% ketinggiannya, kita turunkan sampai 10%. Itu sudah standar nasional," tuturnya.
(ade/hen)











































